![]() |
| Babinsa Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Munir, saat menyampaikan sosialisasi rekrutmen TNI kepada masyarakat setempat. |
Bima, KabarNTB - Kabar keliru soal biaya masuk TNI Angkatan Darat masih beredar di kalangan warga Kabupaten Bima. Babinsa Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Munir, turun langsung meluruskan: tidak ada satu rupiah pun yang boleh dipungut dalam proses rekrutmen TNI AD, mulai pendaftaran hingga seleksi akhir.
Anggapan Keliru yang Masih Beredar
Di sebagian wilayah Bima, kepercayaan bahwa kelulusan seleksi TNI bisa "dibeli" masih cukup mengakar. Tak sedikit keluarga yang rela mempertimbangkan menjual aset demi memuluskan jalan sang anak menjadi prajurit. Munir menegaskan, anggapan itu tidak lain adalah hoaks yang menyesatkan.
"Rekrutmen TNI tidak ada pungutan uang, semuanya gratis. Jadi, apabila bapak-bapak memiliki anak atau saudara yang ingin menjadi anggota TNI, persiapkan fisik dan mentalnya. Itu yang utama," tegas Munir.
Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang, karena praktik semacam itu tidak memiliki dasar resmi apa pun.
Seleksi Berbasis Kemampuan, Bukan Uang
Menurut Munir, proses seleksi calon prajurit TNI AD sepenuhnya mengukur kemampuan peserta secara objektif, mencakup aspek jasmani, kesehatan, dan akademis. Karena itu, para calon diminta mencurahkan perhatian pada persiapan diri dan kelengkapan administrasi, bukan pada urusan finansial yang sama sekali tidak relevan dengan proses seleksi.
Peluang Masih Terbuka Lebar
Munir juga menyampaikan informasi yang ia terima dalam pertemuan bersama jajaran pimpinan Kodam IX/Udayana. Kebutuhan rekrutmen saat ini masih sangat besar, dengan formasi Bintara mencapai sekitar 5.000 orang lebih dan formasi Tamtama sekitar 17.000 orang lebih.
"Artinya, kesempatan masih terbuka. Kami diperintahkan pimpinan untuk memberikan sosialisasi kepada anak-anak muda yang ingin bergabung dengan TNI agar segera mendaftar, tentunya dengan mempersiapkan administrasi dan persyaratan yang dibutuhkan," ujarnya.
Terkait fasilitas pendidikan, Munir menjelaskan bahwa untuk sementara waktu, calon prajurit dari wilayah Kodam yang baru dibentuk masih akan menggunakan fasilitas pendidikan di bawah Kodam IX/Udayana, Bali. Untuk jenjang Bintara, salah satu lokasi pendidikan yang disebutkan berada di Tabanan, Bali.
Jangan Sampai Jual Tanah demi Masuk TNI
Di penghujung keterangannya, Munir menitipkan pesan keras kepada seluruh masyarakat Bima agar tidak sampai tertipu janji-janji kosong pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Jangan sampai ada masyarakat yang menjual tanah atau rumah hanya karena ingin anaknya menjadi anggota TNI. Rekrutmen ini gratis. Yang harus dipersiapkan adalah kemampuan, kesehatan, fisik, mental dan administrasi," pungkas Babinsa Desa Punti ini.
(*)

