
Suasana acara pembubaran panitia Pacuan Kuda Walikota Bima CUP 2026 di Aula Makodim 1608/Bima, Sabtu malam, 17 Oktober 2026.
Kota Bima, KabarNTB - Panitia pelaksana Pacuan Kuda Walikota Bima CUP 2026 resmi dibubarkan dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Makodim 1608/Bima, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Pembubaran ditandai dengan sambutan resmi Ketua PORDASI Kota dan Kabupaten Bima yang sekaligus menutup seluruh rangkaian perhelatan pacuan kuda kebanggaan masyarakat Bima itu.
Laporan Keuangan Buka Rangkaian Acara
Acara diawali dengan penyampaian laporan keuangan oleh Bendahara PORDASI yang akrab disapa Bas. Sejumlah tokoh hadir dalam kesempatan ini, di antaranya Ketua Panitia sekaligus Kepala Staf Kodim 1608/Bima Mayor Inf. Asep Okinawa Muas, Sekretaris PORDASI NTB Mulyono, serta Ketua PORDASI Kota dan Kabupaten Bima Sudirman DJ, S.H., bersama seluruh jajaran panitia pelaksana.
Ketua Panitia Sampaikan Apresiasi dan Permohonan Maaf
Dalam sambutannya, Mayor Inf. Asep Okinawa Muas mewakili seluruh panitia menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan event ini, mulai dari Pemerintah Kota Bima, TNI-Polri, para sponsor, pemilik kuda, joki, hingga masyarakat umum. Ia juga tak lupa memohon maaf atas segala kekurangan selama proses penyelenggaraan.
"Pacuan kuda merupakan bagian dari tradisi dan budaya masyarakat Bima yang memiliki nilai sejarah, kebanggaan, serta potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai daya tarik daerah," ujar Mayor Inf. Asep Okinawa Muas selaku Ketua Panitia.
Kasdim 1608/Bima itu juga menegaskan bahwa pembubaran panitia bukan berarti berakhirnya semangat kebersamaan, melainkan menjadi momentum evaluasi dan refleksi untuk penyelenggaraan yang lebih baik ke depan.
"Keberhasilan suatu kegiatan tidak ditentukan oleh satu atau dua orang saja, melainkan oleh kerja sama seluruh unsur yang terlibat," tegasnya.
PORDASI Resmi Bubarkan Panitia, Serukan Peningkatan Profesionalisme
Ketua PORDASI Kota dan Kabupaten Bima, Sudirman DJ, S.H., dalam sambutannya mengakui bahwa menyelenggarakan pacuan kuda bukanlah pekerjaan ringan. Ia memberikan penghargaan tinggi kepada seluruh panitia atas dedikasi mereka mulai dari tahap persiapan hingga seluruh rangkaian kegiatan tuntas.
"Keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari semangat kebersamaan, rasa tanggung jawab, serta manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat," ujar Sudirman DJ.
Ia mendorong PORDASI untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, pemilik kuda, joki, pelatih, dan seluruh stakeholder terkait. Peningkatan kualitas penyelenggaraan, kata Sudirman, harus mencakup aspek keselamatan, ketertiban, sportivitas, profesionalisme, sekaligus pelestarian budaya lokal.
"Kita juga harus terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pacuan kuda, terutama dalam hal keselamatan, ketertiban, sportivitas, profesionalisme, dan pelestarian budaya lokal. Dengan demikian, pacuan kuda di Bima dapat terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat, baik di tingkat daerah maupun nasional," tandasnya.
Puncak acara ditandai dengan pembacaan Basmallah oleh Sudirman DJ yang secara resmi menyatakan Panitia Pelaksana Pacuan Kuda Walikota Bima CUP 2026 dibubarkan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa dan sesi ramah tamah, dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman serta lancar.
(*)
