![]() |
| Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Wakil Gubernur Umi Dinda menyerahkan penghargaan penyelenggaraan ASN NTB Awards 2026 di Mataram. |
Mataram, KabarNTB - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa ASN NTB Awards 2026 dirancang bukan hanya sebagai ajang penghargaan bergengsi, melainkan sebagai instrumen strategis untuk menemukan, mengakui, dan menyebarluaskan praktik kerja terbaik aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov NTB, demi mendorong transformasi nyata dalam pelayanan publik.
Lebih dari Sekadar Piala
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, Drs. Tribudi Prayitno, M.Si., menekankan bahwa semangat di balik ajang ini jauh melampaui seremoni penghargaan biasa. Ia menyebut apresiasi terhadap ASN berprestasi harus mampu menciptakan efek berganda bagi seluruh jajaran aparatur.
"Yang ingin kita bangun bukan sekadar kompetisi untuk mendapatkan penghargaan. Lebih dari itu, kita ingin menemukan dan mengangkat praktik-praktik baik yang dilakukan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Ketika ada ASN yang bekerja dengan baik, berinovasi, memberikan pelayanan dengan sungguh-sungguh dan memberikan dampak bagi masyarakat, maka hal tersebut perlu kita apresiasi dan sebarkan sebagai inspirasi bersama," ujar Tribudi.
Dengan pendekatan itu, Tribudi berharap penghargaan tidak berhenti pada pengakuan individual. Kinerja unggul harus menular, menjadi rujukan bagi lingkungan kerja, dan mendorong ASN lain untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, kompetensi, inovasi, serta integritas.
Tujuh Kategori, Satu Tujuan
Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, ASN NTB Awards 2026 membuka tujuh kategori, yaitu Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, Jabatan Pelaksana, Jabatan Fungsional Jenjang Keahlian, Jabatan Fungsional Jenjang Keterampilan, PPPK, dan ASN Inspiratif.
Kategori ASN Inspiratif memberi perhatian khusus kepada aparatur yang aktif dalam kegiatan sosial berdampak nyata dan berkelanjutan. Selain itu, penghargaan juga diarahkan kepada ASN yang bertugas di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), yang meski menghadapi keterbatasan akses, tetap menunjukkan profesionalitas tinggi dan menjadi sumber motivasi bagi lingkungannya.
Proses seleksi dilakukan secara berjenjang melibatkan tim juri dari unsur akademisi, praktisi, dan media, demi menjaga objektivitas penilaian. Sosialisasi telah digelar pada 28 September 2026, dan pendaftaran peserta dibuka hingga 12 Oktober 2026 melalui portal asnntb.my.id. Setiap perangkat daerah diwajibkan mengusulkan minimal satu ASN pada tiap kategori.
Hadiah Umrah hingga Penguatan Nilai BerAKHLAK
Para penerima penghargaan akan ditetapkan sebagai Terbaik I, II, dan III di masing-masing kategori. Terbaik I mendapatkan hadiah umrah senilai Rp35 juta, Terbaik II sebesar Rp10 juta, dan Terbaik III Rp5 juta. Meski demikian, panitia menegaskan bahwa substansi utama ajang ini tetap bertumpu pada pengakuan atas prestasi, dedikasi, dan keteladanan, bukan semata nilai materi.
Penyelenggaraan ASN NTB Awards 2026 berpijak pada Peraturan Gubernur NTB Nomor 22 Tahun 2025 tentang Pemberian Penghargaan bagi Pegawai ASN Berprestasi, serta Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-502 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Penghargaan bagi Pegawai ASN Berprestasi. Ajang ini sekaligus menjadi wahana penguatan nilai dasar ASN BerAKHLAK, yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
"Kita ingin penghargaan ini memberikan efek yang lebih luas. ASN yang mendapatkan apresiasi diharapkan dapat menjadi teladan bahwa bekerja dengan integritas, memberikan pelayanan yang baik, menghasilkan inovasi dan memberikan kontribusi nyata adalah bagian dari nilai yang harus terus kita tumbuhkan dalam birokrasi," tegasnya.
Ukuran Sukses Ada Setelah Penghargaan
Bagi BKD NTB, keberhasilan ASN NTB Awards tidak diukur dari kemeriahan seremoni penyerahan piagam, melainkan dari apa yang terjadi sesudahnya. Ketika praktik kerja terbaik mulai ditiru, inovasi menyebar ke berbagai perangkat daerah, integritas mengakar menjadi budaya, dan pelayanan publik kian berkualitas, saat itulah penghargaan benar-benar menemukan maknanya sebagai penggerak perubahan birokrasi NTB.
(*)

