![]() |
| Ilustrasi media sosial dan aktivisme hukum di Nusa Tenggara Barat yang kembali menjadi sorotan publik digital. |
Bima, KabarNTB - Sebuah unggahan di platform Facebook milik akun bernama Faturrahman Proletariat, diunggah pada Senin, 28 September 2026, beredar luas dan memicu perbincangan di kalangan warganet Nusa Tenggara Barat. Unggahan tersebut memuat tudingan serius terhadap seorang aktivis yang dikenal dengan nama Badai, yang diklaim pernah menjadi motor penggerak aksi demonstrasi berlapis terkait dugaan korupsi pembangunan GOR Panda di Polda NTB.
Isi Tudingan dalam Unggahan
Dalam statusnya, Faturrahman Proletariat mengklaim bahwa Badai dan kawan-kawannya adalah pihak pertama yang membawa kasus GOR Panda ke ranah publik melalui serangkaian demonstrasi di Polda NTB. Namun, unggahan itu juga menyertakan tuduhan bahwa Badai kemudian berhenti mengawal kasus tersebut setelah diduga menerima sejumlah uang.
"Kami semua tau dia menerima angka 30 jete dari oknum polisi EW, dengan alasan dia butuh duit untuk sewa Ruko," tulis Faturrahman dalam unggahannya.
Unggahan itu bahkan menyebut nama seorang mantan Wakil Bupati dengan inisial Dahlan, yang diklaim pernah mengunjungi kedai milik Badai untuk memastikan uang yang dititipkan melalui oknum polisi berinisial EW benar-benar digunakan untuk keperluan sewa ruko.
Serangan terhadap Kredibilitas Aktivis
Tak berhenti pada tuduhan suap, unggahan tersebut juga menyerang gaya hidup Badai secara personal. Faturrahman dalam statusnya mengklaim bahwa Badai kerap menjalani gaya hidup mewah di kafe dan diskotik di Mataram, dan menuding hal itu bertolak belakang dengan citra idealis yang selama ini dibangun.
"Segelintir manusia ajah yg mudah termakan dengan tulisan mu memposisikan diri mu sebagai pejuang yg idealis, kalau kamu idealis kamu nda makan badai apalagi hidup hedon di caffe mewah dan diskotik," demikian bunyi unggahan Faturrahman Proletariat.
Belum Ada Konfirmasi Resmi dari Pihak Terkait
Penting untuk dicatat bahwa seluruh klaim dalam unggahan ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi KabarNTB. Hingga berita ini diturunkan, pihak yang disebut dalam unggahan, termasuk aktivis Badai, oknum polisi berinisial EW, maupun pihak yang disebut sebagai mantan Wakil Bupati Dahlan, belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan yang beredar.
Redaksi KabarNTB tidak dapat mengonfirmasi kebenaran isi tudingan tersebut semata berdasarkan unggahan di media sosial. Laporan ini disajikan sebatas pemberitaan atas beredarnya unggahan yang menjadi perbincangan publik, bukan sebagai pembenaran atas klaim yang termuat di dalamnya.
(*)

