![]() |
| Screenshot video saat korban mendapatkan pertolongan medis di Puskesmas Bolo. |
Bima, KabarNTB - Percakapan di aplikasi WhatsApp menjadi pemantik tragedi rumah tangga di Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Seorang suami berinisial H diduga menusuk dan membacok istrinya, ESW (41), hingga menderita sejumlah luka serius di berbagai bagian tubuh, pada Sabtu (26/09/2026) pagi. Terduga pelaku kini telah diamankan aparat Polsek Bolo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Bermula dari Dini Hari
Kisah kelam ini berawal sekira pukul 03.00 WITA. H diduga membuka ponsel milik istrinya secara diam-diam dan menemukan riwayat percakapan WhatsApp yang diyakininya merupakan komunikasi ESW dengan laki-laki lain. Penemuan itu memantik pertengkaran hebat antara keduanya.
Emosi H rupanya tidak mereda. Tiga jam lebih berselang, sekira pukul 06.40 WITA, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu pun meletus. H diduga mengambil pisau belati, lalu mengejar sang istri yang berusaha melarikan diri keluar rumah.
Ditusuk Dua Kali di Pintu Gerbang
ESW tak sempat menyelamatkan diri sepenuhnya. Tepat di pintu gerbang rumah, ia diduga ditusuk pelaku sebanyak dua kali. Serangan berlanjut dengan bacokan yang menyasar beberapa bagian tubuh korban.
Akibatnya, ESW mengalami sejumlah luka robek yang cukup serius, yakni pada bagian perut, kepala, jari tangan kanan dan kiri, pergelangan tangan kiri, betis kiri, serta tangan kanan. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian segera berdatangan dan membantu mengevakuasi korban ke Puskesmas Bolo untuk mendapatkan pertolongan medis.
Pelaku Diamankan, Polisi Olah TKP
Aparat bergerak cepat. Sekira pukul 08.00 WITA, anggota Polsek Bolo yang dipimpin Kanit SPK I Aiptu Suhendra berhasil mengamankan H. Terduga pelaku kemudian dibawa ke Polres Bima untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, sekaligus mengantisipasi kemungkinan reaksi dari pihak keluarga korban.
Tim kepolisian juga mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, memantau kondisi korban di Puskesmas Bolo, serta memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada warga Desa Tambe.
Kapolsek Bolo menyebut insiden ini diduga dipicu kecemburuan yang berujung luapan emosi tak terkendali. Polisi juga mewaspadai potensi reaksi dari keluarga korban yang dikhawatirkan dapat memicu gangguan keamanan di lingkungan setempat.
Kasus ini kini ditangani sepenuhnya oleh aparat kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
(*)

