![]() |
| Ilustrasi pengungkapan kasus narkotika oleh Satresnarkoba Polres Bima, yang kini menjadi sorotan publik melalui media sosial |
Bima, KabarNTB - Sebuah unggahan di Facebook tengah ramai diperbincangkan warga Bima. Akun bernama Agria Agus mendesak seseorang berinisial Jafar, yang disapa "polisi", agar segera menyerahkan diri kepada Satresnarkoba Polres Bima sebelum ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Unggahan itu sekaligus menyebut sejumlah nama yang dikaitkan dengan dugaan jaringan peredaran narkotika di Kabupaten Bima, meski kebenarannya belum dapat diverifikasi secara independen.
Desakan Agar Kooperatif
Dalam unggahannya, Agria Agus secara eksplisit menujukan pesannya kepada sosok bernama Jafar.
"Jafar segera kooperatif serahkan dirimu kepada Satresnarkoba Polres Bima sebelum jadi DPO," tulis Agria dalam unggahan yang kini beredar luas itu.
Agria juga menyampaikan apresiasi atas langkah yang diklaim tengah diambil aparat, sembari mendorong kepolisian untuk terus mengembangkan pengungkapan jaringan yang disebut-sebutnya itu.
"Kami sangat apresiasi atas atensi bapak Ditresnarkoba Polda NTB maupun Kasat Narkoba Polres Bima Kabupaten," demikian bagian lain dari unggahan Agria.
Sejumlah Nama dan Tuduhan Tak Terverifikasi
Dalam narasi unggahannya, Agria menyebut nama berinisial DWY Astuty yang diduganya memiliki peran dalam pengelolaan keuangan yang berkaitan dengan hasil penjualan narkotika. Ia mengklaim DWY Astuty merupakan adik kandung seseorang bernama Randy. Selain itu, Agria turut menyebut nama Ma'ruf yang disebutnya sebagai bagian dari jaringan tersebut, serta menduga kepemilikan sejumlah aset seperti rumah dan kendaraan, termasuk sebuah Toyota Fortuner yang ditudingnya digunakan untuk mengirimkan narkotika kepada pemesan.
Perlu ditegaskan bahwa seluruh tuduhan tersebut merupakan klaim sepihak dari pemilik akun Facebook dan belum mendapat konfirmasi maupun pembuktian dari pihak berwenang. Redaksi belum dapat memverifikasi kebenaran nama-nama serta peran yang disebut dalam unggahan itu secara independen.
Polisi Belum Merespons Konfirmasi
KabarNTB telah berupaya mengonfirmasi isi unggahan tersebut kepada Kasat Resnarkoba Polres Bima, IPTU M. Fikri Dafa Alfares, S.Tr.K., melalui pesan WhatsApp pada Senin (28/9/2026). Hingga berita ini diturunkan, pesan konfirmasi yang dikirimkan belum mendapat balasan dan bahkan belum terbaca. Pihak-pihak yang disebut dalam unggahan juga belum memberikan tanggapan resmi.
(*)

