Lombok Utara, KabarNTB - Delapan tahun setelah gempa dahsyat mengguncang Lombok Utara pada 2018, Yang Mulia Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree menyambangi dua titik pemulihan yang menjadi simbol kebangkitan daerah ini: SMKN 1 Pemenang dan Puskesmas Pemenang. Didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, kunjungan pada Sabtu (5/9/2026) itu memperlihatkan bahwa ketangguhan pascabencana bukan sekadar soal bangunan yang berdiri kembali, melainkan tentang masyarakat yang tumbuh lebih siap dan lebih sehat dari sebelumnya.
Sekolah Vokasi yang Bangkit dari Puing
Kedatangan Putri Victoria ke SMKN 1 Pemenang bukan kunjungan seremonial biasa. Sebagai Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan, ia ingin melihat langsung wajah sekolah yang pernah luluh lantak dan kini berdiri kembali berkat dukungan UNDP dengan konstruksi tahan gempa. Bangunan baru itu mulai difungsikan penuh pada 2022, menggantikan kelas-kelas darurat yang bertahun-tahun menjadi satu-satunya ruang belajar bagi para siswa.
Bersama Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal dan rombongan, Putri Victoria menyusuri area sekolah, mengamati aktivitas warga sekolah, serta fasilitas yang terus dikembangkan. SMKN 1 Pemenang kini tidak hanya memiliki ruang kelas yang layak, tetapi juga laboratorium bahasa dan hotel mini sebagai penunjang pembelajaran vokasi di bidang pariwisata, perhotelan, dan tata boga.
Dialog Siswa dan Pertanyaan Soal Mitigasi
Putri Victoria meluangkan waktu berdialog langsung dengan para siswa, mendengar cerita mereka tentang masa-masa sulit pascagempa dan bagaimana mereka terus bertahan mengakses pendidikan di tengah keterbatasan. Percakapan pun menyentuh pertanyaan yang tidak kalah penting: seberapa siap sekolah ini menghadapi bencana berikutnya?
Kepala SMKN 1 Pemenang, Aswida Windartiningsih, menjelaskan bahwa edukasi kebencanaan sudah menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari.
"Para siswa secara berkala mengikuti simulasi dan kegiatan kesiapsiagaan serta penanganan bencana agar memiliki pengetahuan dan kemampuan menghadapi kondisi darurat," ujar Aswida Windartiningsih, Kepala SMKN 1 Pemenang.
Bagi Gubernur Miq Iqbal, pengalaman sekolah ini membuktikan bahwa pembangunan pascabencana tidak bisa berhenti pada perbaikan fisik semata. Ketangguhan sejati harus tumbuh dari dalam, melalui pengetahuan dan kesiapan komunitas itu sendiri.
"Pemerintah provinsi juga memiliki program pembangunan terkait kebencanaan agar lebih siap sebagai daerah yang memang rawan bencana," kata Miq Iqbal.
Puskesmas Pemenang, Potret Layanan Kesehatan Berbasis Teknologi
Dari lingkungan sekolah, rombongan bergeser ke Puskesmas Pemenang. Di sini, Putri Victoria mendapat paparan mengenai layanan kesehatan publik tingkat lokal yang telah memanfaatkan teknologi informasi, termasuk sistem terintegrasi untuk pemantauan vaksinasi dan pengendalian penyebaran berbagai virus dan bakteri di masyarakat.
Kunjungan ke puskesmas melengkapi gambaran yang sudah terbentuk di SMKN 1 Pemenang. Jika sekolah menunjukkan bagaimana generasi muda kembali mendapatkan ruang belajar yang aman, puskesmas memperlihatkan bagaimana warga memperoleh layanan kesehatan yang terus beradaptasi sesuai kebutuhan zaman.
Gambaran Utuh Pembangunan Berkelanjutan
Bagi Putri Victoria, dua tempat itu bersama-sama menyajikan gambaran yang lebih utuh tentang apa artinya pembangunan berkelanjutan di daerah yang pernah dihantam bencana: anak-anak tetap bersekolah dengan aman, masyarakat terlayani kesehatannya, dan semua pihak memiliki bekal menghadapi ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa datang kembali.
Jejak pemulihan Lombok Utara, delapan tahun setelah gempa 2018, ternyata tidak hanya terbaca dari bangunan-bangunan yang tegak kembali. Ia terbaca pula dari semangat belajar siswa di kelas yang baru, dari tenaga pendidik yang menanamkan budaya siap siaga, dan dari petugas kesehatan yang bekerja dengan sistem yang lebih canggih dari sebelumnya.
(*)
