Bima, KabarNTB - Kebakaran hebat melahap habis Kantor Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, pada dini hari Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 03.30 WITA. Peristiwa yang terjadi di RT 007/RW 004, Dusun Wadu Mbuku itu menghancurkan bangunan kantor desa hingga rusak berat, sekaligus memusnahkan sejumlah aset berharga dan dokumen vital pemerintahan desa. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan menembus angka lebih dari Rp1 miliar.
Api Diduga Berasal dari Samping Kanan Bangunan
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, kobaran api pertama kali terdeteksi di bagian samping kanan gedung kantor desa. Dari titik itu, api menjalar dengan cepat ke ruang kepala desa sebelum akhirnya membakar seluruh bangunan hingga rata.
Warga setempat baru mengetahui musibah itu setelah seorang tokoh masyarakat, Haji Anwar, menyebarkan informasi melalui pengeras suara masjid di tengah malam. Meski warga bergerak cepat, api telanjur melahap hampir keseluruhan gedung.
Sekretaris Desa Sampungu, Mansyur, S.Pd., menyatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan apa pun soal asal muasal api.
"Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat dipastikan," ujar Mansyur, Sekretaris Desa Sampungu.
Aset Senilai Miliaran Rupiah Musnah, Termasuk Dokumen Pemerintahan
Inventaris Kantor Desa Sampungu yang habis terbakar mencakup satu unit televisi, dua unit AC, dua unit komputer, dua unit laptop, dua unit printer, dua set kursi sofa, satu unit kulkas, empat lemari besar, serta satu unit infokus lengkap dengan layarnya. Selain perangkat keras, sejumlah berkas dan dokumen penting administrasi desa juga ikut musnah.
Total kerugian ditaksir lebih dari Rp1 miliar, meski pendataan menyeluruh masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Polisi Masih Selidiki, Menunggu Hasil Pemeriksaan Forensik
Kepolisian Resort Bima kini tengah menangani kasus ini secara serius. Kasat Reskrim Polres Bima, AKP Dediansyah, S.E., M.H., yang dikonfirmasi pada Senin (28/9/2026), membenarkan penyelidikan masih berjalan dan pihaknya menunggu hasil analisis dari Laboratorium Forensik.
"Kasus ini lagi dilidik, om. Menunggu hasil Labfor," kata AKP Dediansyah.
Hasil pemeriksaan Labfor diharapkan dapat menjadi kunci untuk memastikan titik awal sumber api dan penyebab kebakaran secara ilmiah.
Latar Belakang Ketegangan di Desa Sampungu
Perlu dicatat, sebelum kebakaran terjadi, Kantor Desa Sampungu sempat menjadi lokasi aksi penyegelan oleh massa yang tergabung dalam AMMPDES. Mereka menuntut transparansi pengelolaan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak mana pun yang mengaitkan aksi tersebut dengan peristiwa kebakaran. Kaitan antara keduanya hanya bisa dibuktikan melalui hasil penyelidikan aparat penegak hukum yang masih terus berjalan.
(*)

