Bima, KabarNTB - Seorang warga negara asing (WNA) asal Arab Saudi berinisial MSM (52) ditemukan dalam kondisi kritis di kediamannya di Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, pada Senin malam, 3 Agustus 2026. Pria kelahiran Dammam, 20 Juli 1974, yang berdomisili di desa tersebut itu akhirnya menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju Puskesmas Sanggar pada Selasa, 4 Agustus 2026, sekitar pukul 00.56 WITA. Merespons kejadian ini, Unit Inafis Satreskrim Polres Bima Kabupaten langsung menggelar olah TKP guna mengungkap penyebab kematian korban.
Warga Temukan Korban Terbaring Lemah di Sofa
Kejadian bermula pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 18.00 WITA, ketika seorang warga yang menjadi saksi mendatangi rumah almarhum. Sesampainya di sana, pintu rumah sudah dalam keadaan terbuka. Saksi masuk dan memanggil nama korban hingga akhirnya menemukan MSM terbaring di sofa ruang keluarga dalam kondisi hanya mengenakan pakaian dalam dan terdengar bergumam.
Upaya saksi untuk berdialog dengan korban terkendala karena MSM tidak fasih berbahasa Indonesia. Demi membantu, saksi membelikan makanan di warung sekitar karena korban diketahui belum makan sejak pagi. Saksi kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada Kepala Desa setempat.
Kondisi Semakin Memburuk, Tekanan Darah Melonjak Tinggi
Kepala Desa bersama saksi kembali mendatangi rumah almarhum, namun korban sudah tidak berada di tempat semula. Mereka mendengar suara dari arah kamar mandi dan menemukan MSM di sana. Tak lama kemudian, korban keluar dari kamar mandi dalam keadaan tanpa busana dan duduk di tempat tidur, sehingga kedua warga itu membantunya mengenakan celana pendek.
Kondisi yang semakin mengkhawatirkan mendorong salah satu warga menghubungi petugas tenaga kesehatan (nakes). Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tekanan darah almarhum mencapai 170/130, jauh di atas ambang normal. Saat itu korban sudah terbaring lemah, mulut mengeluarkan busa, dan tercium bau alkohol yang menyengat. Warga dan petugas nakes segera melarikan MSM ke Puskesmas Sanggar, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Bima, didampingi istri almarhum dan Unit Reskrim Polsek Sanggar.
Inafis Tempuh Tiga Jam untuk Tiba di TKP
Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar melalui Kasatreskrim Iptu Ghufron Subeki membenarkan kejadian tersebut. Mendapat laporan, Kasatreskrim segera memerintahkan Unit Inafis untuk memeriksa dan mengolah TKP. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam, petugas Inafis tiba dan langsung bekerja.
Olah TKP diawali dengan pemasangan police line, dilanjutkan pemotretan secara umum dan khusus di dalam rumah maupun area sekitarnya. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan dan mengamankan sejumlah barang, antara lain setengah botol minuman keras jenis anggur merah dari dalam kulkas serta enam botol miras kosong dari berbagai jenis. Petugas juga mengamankan beberapa bungkus obat-obatan generik dan sebuah tas sling berwarna hitam yang berisi paspor serta berbagai dokumen identitas milik almarhum, ditemukan tergantung di belakang pintu kamar.
Keluarga Tolak Autopsi, Jenazah Dipulangkan ke Arab Saudi
Dari pemeriksaan luar tubuh almarhum, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Penyebab kematian MSM belum dapat dipastikan dan memerlukan tindakan medis lanjutan berupa autopsi. Namun, pihak keluarga melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta menyatakan keberatan atas rencana tersebut.
"Penolakan itu dituangkan dalam surat penolakan pihak keluarga melalui Kedubes Arab Saudi yang hanya mengizinkan untuk visum luar saja," ujar Kasatreskrim Iptu Ghufron Subeki.
Saat ini, jenazah MSM sedang dalam proses pemulangan untuk dikebumikan di kampung halamannya di Dammam, Arab Saudi. Seluruh rangkaian kegiatan olah TKP berjalan lancar dan kondusif.
(*)

