![]() |
| Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, menyerahkan secara simbolis bantuan Sarana Produksi Pertanian kepada perwakilan kelompok tani Kota Bima di halaman Kantor Dinas Pertanian, Selasa (11/8/2026). |
Kota Bima, KabarNTB - Pemerintah Kota Bima menyalurkan bantuan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) kepada sejumlah kelompok tani dalam Tahun Anggaran 2026. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, di halaman Kantor Dinas Pertanian Kota Bima, Jalan Gindi, Kelurahan Jatiwangi, Selasa (11/8/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di daerah.
Pertanian Jadi Tulang Punggung Ribuan Keluarga
Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Abdul Najir, menegaskan bahwa penyaluran Saprodi bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap sektor yang menghidupi sebagian besar warga kota. Sektor pertanian, menurutnya, mencakup berbagai sub-sektor mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan, dengan komoditas unggulan seperti padi, jagung, kedelai, tembakau, dan jambu mete yang terus didorong peningkatan produksinya.
Data Potensi Desa Badan Pusat Statistik tahun 2024 memperkuat gambaran itu. Dari 41 kelurahan di Kota Bima, sebanyak 13 kelurahan tercatat mayoritas penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
"Ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki basis masyarakat yang kuat. Kita juga memiliki dukungan infrastruktur, seperti 29 kelurahan yang memiliki saluran irigasi. Potensi ini harus kita kelola dan optimalkan," kata Wali Kota Rahman.
Petani Bukan Sekadar Penerima, Tapi Pelaku Utama
Dalam sambutannya, Wali Kota Rahman secara khusus mengapresiasi kerja keras para petani yang selama ini menjadi penyangga produksi pangan Kota Bima. Ia menekankan bahwa posisi petani jauh lebih dari sekadar kelompok penerima bantuan pemerintah.
"Petani bukan sekadar penerima bantuan, tetapi merupakan pelaku utama pembangunan pertanian dan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah," ujar Wali Kota.
Ia pun meminta seluruh kelompok tani penerima untuk memanfaatkan bantuan Saprodi ini secara maksimal dan penuh tanggung jawab, bukan hanya demi memenuhi kebutuhan musim tanam saat ini, melainkan sebagai investasi jangka panjang.
"Jangan melihat bantuan ini hanya sebagai pemberian pemerintah. Jadikan bantuan ini sebagai modal untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan kelompok tani," tegasnya.
Sinergi Pemerintah dan Penyuluh Jadi Kunci
Wali Kota juga mendorong Dinas Pertanian agar tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Pendampingan berkelanjutan kepada kelompok tani, khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi pertanian, peningkatan kualitas produksi, serta akses pemasaran hasil panen, dinilai sama pentingnya dengan bantuan fisik itu sendiri.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan sinergi antara pemerintah, penyuluh dan kelompok tani agar pembangunan pertanian bisa berjalan dengan baik," tambahnya.
Penyerahan Saprodi Tahun Anggaran 2026 ini turut dihadiri Asisten II Setda Kota Bima, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, camat, serta para lurah yang wilayahnya masuk dalam daftar penerima. Wali Kota berharap bantuan ini pada akhirnya mampu melahirkan petani Kota Bima yang kian mandiri dan sejahtera.
(*)

