
Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin memberikan sambutan pada acara wisuda STIE Bima, mendorong para lulusan untuk berpikir kreatif dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Kota Bima, KabarNTB - Di hadapan ratusan wisudawan dan wisudawati STIE Bima, Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin menegaskan bahwa toga yang disandang hari ini bukan tanda akhir perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang sesungguhnya. Lebih dari sekadar mengucapkan selamat, ia menantang para lulusan untuk menggeser cara berpikir, dari sekadar mencari pekerjaan menjadi pencipta peluang dan solusi bagi masyarakat.
Wisuda Bukan Puncak, Melainkan Titik Berangkat
Wali Kota yang akrab disapa Aji Man itu menyebut momentum wisuda sebagai gerbang pengabdian, bukan sekadar perayaan akademik. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan para lulusan tidak lahir dari kerja keras sendiri, melainkan ditopang doa, pengorbanan, dan kesetiaan keluarga yang menemani setiap langkah pendidikan mereka.
"Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Bima, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati," ujar Aji Man dalam sambutannya.
Aji Man mengajak seluruh hadirin memberikan penghargaan tertinggi kepada para orang tua dan keluarga yang telah menjadi fondasi perjalanan pendidikan para wisudawan.
STIE Bima Dinilai Aktif Berkontribusi untuk Kota
Dalam sambutannya, Aji Man juga menyampaikan apresiasi kepada STIE Bima atas kontribusinya yang dinilai melampaui batas-batas kampus. Ia menyebut perguruan tinggi itu telah terlibat aktif dalam sejumlah agenda strategis Pemerintah Kota Bima, mulai dari promosi daerah, penguatan ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.
"Dalam penyelenggaraan Rimpu Mantika 2026, STIE Bima turut memberikan dukungan dan kontribusi nyata terhadap kesuksesan kegiatan tersebut," katanya.
Selain itu, STIE Bima juga disebut turut menggerakkan ekosistem ekonomi lokal melalui keterlibatannya di Pasar UMKM Kota Bima, sekaligus membuka ruang tumbuh bagi para pelaku usaha kecil dan menengah. Kampus ini pun tercatat aktif dalam Job Fair Kota Bima, sebuah langkah yang menurut Aji Man menunjukkan komitmen nyata perguruan tinggi dalam menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja.
Kolaborasi Pemerintah dan Perguruan Tinggi Jadi Kunci
Aji Man menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak seharusnya hanya hidup di dalam tembok kampus. Ia mendorong sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat sebagai kekuatan pendorong pembangunan Kota Bima.
"Pemerintah dan perguruan tinggi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah memiliki program dan kebijakan, perguruan tinggi memiliki ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia, dunia usaha memiliki kekuatan ekonomi, sementara masyarakat memiliki potensi," ujar Aji Man.
Ia meyakini, jika seluruh kekuatan itu disatukan dalam bingkai kolaborasi yang solid, pembangunan Kota Bima akan melaju jauh lebih cepat dan merata.
Tantangan untuk Para Wisudawan: Ciptakan, Jangan Sekadar Mencari
Puncak pesan Aji Man tertuju langsung kepada para lulusan. Ia mendorong mereka mengubah ilmu menjadi gagasan, gagasan menjadi karya, dan karya menjadi manfaat yang dirasakan masyarakat luas.
"Jangan hanya berpikir, 'Di mana saya akan bekerja?' Mulailah berpikir, 'Apa yang bisa saya ciptakan? Siapa yang bisa saya bantu? Dan kontribusi apa yang bisa saya berikan untuk Kota Bima, bangsa, dan negara?'" tegasnya.
Aji Man mengaku optimistis. Dengan bekal ilmu pengetahuan, kompetensi, integritas, dan semangat pengabdian, para lulusan STIE Bima diyakininya mampu menjadi generasi yang benar-benar menggerakkan kemajuan daerah.
"Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk meraih kesuksesan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkas Aji Man.
(*)
