![]() |
| Ilustrasi aksi blokir jalan yang kerap terjadi di berbagai daerah sebagai bentuk protes warga. |
Bima, KabarNTB - Sebuah unggahan di media sosial Facebook yang ditulis oleh akun bernama Abbie Makese pada Kamis, 13 Agustus 2026, tengah ramai diperbincangkan warganet. Dalam statusnya, pemilik akun itu mengkritik keras kebiasaan aksi blokir jalan yang dinilai semakin sering digunakan sebagai cara instan untuk menekan aparat penegak hukum, sekaligus mendesak agar pihak berwenang bertindak tegas dan konsisten dalam menanganinya.
Blokir Jalan Dinilai Korbankan Kepentingan Umum
Dalam unggahannya, Abbie Makese mempertanyakan logika di balik pemilihan jalan umum sebagai lokasi aksi protes. Ia menilai cara itu justru mengorbankan masyarakat banyak yang tidak ada kaitannya dengan persoalan yang diperjuangkan para pengunjuk rasa.
"Kenapa harus jalan umum? Kenapa tidak di mako Polres. Kenapa harus menghambat urusan orang lain demi memuluskan urusan kalian. Kenapa harus mengorbankan kepentingan orang banyak," tulis Abbie Makese dalam statusnya.
Pemilik akun itu juga menyinggung soal latar belakang para pelaku blokir jalan. Ia tidak menampik kemungkinan bahwa mereka memang kecewa terhadap aparat penegak hukum (APH), namun ia menegaskan kekecewaan itu tidak bisa dijadikan pembenaran untuk merugikan publik.
Desakan Tindakan Tegas dan Preseden Konsistensi
Bagian yang paling tajam dari unggahan tersebut adalah desakan agar APH tidak membiarkan aksi serupa terus berulang. Abbie Makese secara spesifik menyinggung penanganan aksi blokir jalan yang sebelumnya dilakukan oleh kelompok yang ia sebut sebagai "adik-adik Himdos", dan meminta perlakuan yang setara terhadap aksi serupa dari kelompok mana pun.
"APH tidak boleh melakukan pembiaran berlarut terhadap aksi blokir jalan. Kalau terus dibiarkan, maka aksi serupa akan terus terulang. Segera bubarkan. Ambil tindakan tegas seperti dulu saat membubarkan aksi blokir jalan oleh adik-adik Himdos," demikian Abbie Makese dalam statusnya.
Unggahan ini mendapat perhatian luas di kalangan warganet dan memantik beragam komentar, sebagian besar mengungkapkan keprihatinan serupa soal dampak aksi blokir jalan terhadap mobilitas dan aktivitas warga sehari-hari.
Belum Ada Tanggapan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum berhasil memperoleh tanggapan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak-pihak yang disebut dalam unggahan tersebut. Perlu dicatat bahwa konten di atas bersumber dari unggahan media sosial dan belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi. Berita ini semata-mata melaporkan bahwa unggahan dimaksud tengah beredar luas dan menjadi perbincangan publik.
(*)

