Bima, KabarNTB - Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima kembali memperluas jangkauan program Gerakan Peduli Stunting (GPS) dengan menggelar serangkaian kegiatan terpadu di Posyandu Desa Ragi dan Posyandu Desa Teke, Kecamatan Palibelo, dalam agenda Selasa Menyapa pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan ini menyentuh berbagai kelompok sasaran, mulai dari ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, hingga siswa sekolah menengah pertama.
Sumbangan Mandiri Pengurus Jadi Modal Utama
Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Ny. Murni Suciyanti Ady Mahyudi, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama seluruh jajaran pengurus. Sebelum rangkaian kegiatan inti dimulai, ia dan pengurusnya membagikan bibit pohon buah kepada para kader PKK di Desa Ragi dan Desa Teke sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan keluarga.
"Ini merupakan upaya kecil untuk manfaat yang lebih besar, dengan memanfaatkan sumber biaya berupa sumbangan mandiri pengurus TP PKK Kabupaten Bima," ujar Ketua TP PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti Ady Mahyudi.
Sebanyak 25 paket sembako dibagikan langsung oleh Ketua TP PKK kepada warga lansia dan penyandang disabilitas di Desa Teke dan Desa Ragi sebagai wujud kepedulian sosial dalam bingkai program GPS.
Telur dan Pendampingan Ibu Hamil Berjalan Serentak
Sekretariat dan Pokja IV TP PKK Kabupaten Bima menyelenggarakan pembagian telur secara bersamaan dengan kelas pendampingan ibu hamil. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima. Pada waktu yang sama, pelayanan KB dengan metode Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) juga dibuka bekerja sama dengan IBI dan DP3AP2KB Kabupaten Bima, sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai layanan kesehatan reproduksi sekaligus dalam satu tempat.
Siswa SMP Jadi Sasaran Penyuluhan Usia Perkawinan
Pokja I TP PKK Kabupaten Bima mengambil langkah strategis dengan menyasar siswa kelas 9 SMPN 1 Palibelo melalui penyuluhan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Sesi ini diperkuat dengan pembagian door prize untuk menjaga antusiasme peserta. Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menunda pernikahan hingga seseorang benar-benar siap secara fisik, mental, finansial, dan sosial, agar generasi muda dapat lebih dulu menuntaskan pendidikan mereka sebelum membina rumah tangga.
Ekonomi Keluarga Diperkuat Lewat Program UP2K
Di bidang pemberdayaan ekonomi, Pokja II TP PKK menjalankan pembinaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi rumah tangga melalui pengembangan usaha mikro berbasis kelompok, mencakup tata kelola administrasi, peningkatan mutu produk, legalitas usaha, hingga perluasan akses pasar bagi para pelaku usaha kecil di tingkat desa.
Literasi, PAUD, hingga Antipemborosan Pangan
Aspek pendidikan turut mendapat perhatian serius. Bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bima, pengurus menggelar Panggung Literasi dan melakukan kunjungan ke pengelola PAUD holistik dan integral di Desa Teke. Sosialisasi mengenai transisi PAUD ke SD yang menyenangkan juga digelar untuk mempersiapkan anak-anak memasuki jenjang pendidikan dasar dengan lebih nyaman.
Melengkapi seluruh rangkaian kegiatan, Pokja III TP PKK mengadakan sosialisasi stop boros pangan guna mendorong kesadaran warga agar lebih bijak dalam mengelola bahan makanan. Sesi praktik pembuatan hantaran pernikahan pun digelar sebagai bagian dari pelestarian keterampilan dan tradisi lokal.
(*)

