Bima, KabarNTB - Agenda audiensi dengan manajemen RSUD Bima yang sedianya digelar Kamis, 20 Agustus 2026, batal digelar setelah pihak rumah sakit membatalkannya secara sepihak. Pembatalan tersebut disampaikan lewat pesan WhatsApp kepada pihak yang akan mengikuti audiensi, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 13.14 WITA, dengan alasan Direktur RSUD Bima harus mengikuti agenda Selasa Menyapa.
Dipertanyakan: Kenapa Selasa Menyapa Jadi Alasan Pembatalan?
Pembatalan itu menuai pertanyaan dari pihak yang sebelumnya hendak menyampaikan sejumlah persoalan dan kritik terkait pelayanan maupun pengelolaan RSUD Bima. Nizar Taufik Rahman mempertanyakan alasan tersebut, mengingat menurutnya agenda Selasa Menyapa juga merupakan forum untuk berdiskusi dan menerima keluhan masyarakat, sehingga semestinya tidak menjadi alasan membatalkan audiensi dengan tujuan serupa.
"Kalau Selasa Menyapa agendanya juga dalam rangka berdiskusi dan menerima keluhan serta kritikan masyarakat, apa bedanya dengan kami yang membawa sejumlah persoalan dengan tujuan yang sama, yakni menyampaikan kritik terhadap RSUD Bima demi perbaikan?" ujar Nizar Taufik Rahman, Rabu (19/8/2026).
Nizar: Pembatalan Perkuat Dugaan Kami
Ia menilai pembatalan audiensi tersebut justru menimbulkan dugaan dan pertanyaan baru di tengah persoalan yang hendak mereka sampaikan kepada pihak RSUD Bima.
"Alasan Direktur RSUD Bima membatalkan agenda tersebut semakin memperkuat dugaan kami. Kami menilai direktur takut menemui kami dan hal itu semakin memperkuat dugaan bahwa masalah-masalah yang kami soroti tersebut memang benar adanya," kata Taufik.
Perlu digarisbawahi, tudingan tersebut merupakan penilaian sepihak dari pihak yang menyampaikan kritik dan masih memerlukan klarifikasi langsung dari Direktur RSUD Bima. Belum ada bukti bahwa pembatalan agenda benar-benar dilatarbelakangi motif menghindar, mengingat pihak rumah sakit telah menyampaikan alasan resmi berupa bentroknya jadwal dengan agenda Selasa Menyapa.
Minta Bupati Bima Turun Tangan, Singgung Opsi Pencopotan
Atas pembatalan tersebut, Nizar Taufik Rahman meminta Bupati Bima, Ady Mahyudi, turun tangan mengevaluasi kepemimpinan Direktur RSUD Bima. Ia bahkan meminta Bupati mempertimbangkan pencopotan Direktur RSUD Bima apabila dinilai tidak mampu membuka ruang dialog terhadap kritik dan keluhan masyarakat.
"Kami meminta Bupati Bima Ady Mahyudi mengevaluasi dan, bila diperlukan, mencopot Direktur RSUD Bima dari jabatannya. Jangan sampai agenda Selasa Menyapa justru dijadikan alasan untuk menghindari persoalan yang ingin kami sampaikan," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, KabarNTB belum memperoleh tanggapan resmi dari Direktur RSUD Bima terkait alasan pembatalan audiensi maupun tudingan yang disampaikan Nizar Taufik Rahman. Berita ini akan diperbarui apabila ada klarifikasi dari pihak rumah sakit.
(*)

