Mataram, KabarNTB - Pendopo Tengah Gubernur NTB dipenuhi suasana keakraban lintas generasi, Sabtu (22/8/2026). Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Sinta Agathia, mengajak para pengurus dan senior TP PKK dari berbagai masa untuk terus memperkuat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi demi memperkuat gerakan PKK yang semakin bermanfaat bagi masyarakat. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi Pengurus TP-PKK Provinsi NTB dari Masa ke Masa, yang mempertemukan kepengurusan saat ini dengan para senior yang telah lebih dahulu mengabdikan diri dalam gerakan PKK di NTB.
Momentum Menyerap Pengalaman Para Senior
Selain memperkenalkan kepengurusan baru, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menyerap pengalaman, gagasan, serta masukan dari para pengurus dan tokoh PKK terdahulu. Bunda Sinta, sapaan akrabnya, menyampaikan apresiasi kepada para senior yang berkenan hadir di tengah kesibukan masing-masing.
"Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul dan bersilaturahmi dalam suasana yang penuh keakraban. Terima kasih karena di tengah kesibukan masing-masing, Ibu-Ibu berkenan hadir dalam kegiatan perdana yang kami selenggarakan," ujar Bunda Sinta.
"Kami Masih Terus Belajar"
Ia mengakui, dirinya bersama Wakil Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Windi Marlini Abul Chair, masih relatif baru dalam kepengurusan, sehingga dukungan dan pengalaman para senior menjadi bagian penting dalam memperkuat langkah kepengurusan ke depan.
"Saya bersama Ibu Windi masih terus belajar. Karena itu, kami mohon dukungan, arahan, dan pendampingan dari Ibu-Ibu semua," kata Bunda Sinta.
Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi para senior untuk memberikan kritik, saran, dan masukan, karena menurutnya pengalaman panjang para pendahulu merupakan kekayaan yang harus terus diwariskan kepada generasi pengurus berikutnya.
"Kami sangat terbuka menerima kritik dan masukan. Kalau kami melakukan kesalahan, mohon ditegur. Kalau ada yang kurang, mohon diberikan masukan," tuturnya.
Pengalaman Tak Bisa Didapat secara Instan
Menurut Bunda Sinta, pengalaman tidak dapat diperoleh secara instan, sehingga pengurus yang lebih baru harus terus belajar, bertanya, dan mengambil pelajaran dari perjalanan para senior dalam membangun dan menggerakkan PKK.
"Pengalaman adalah sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan hanya dalam waktu beberapa bulan. Karena itu, kita harus belajar bersama, saling menguatkan, dan saling melengkapi," ungkapnya.
Gurauan Ringan soal Baju PKK yang Masih Muat
Dalam suasana penuh keakraban, Bunda Sinta turut menyampaikan gurauan ringan mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran agar tetap dapat aktif dalam pengabdian.
"Baju PKK-nya masih muat. Ini tentu luar biasa. Artinya, selain aktif mengabdi, kita juga harus menjaga kesehatan dan kebugaran," ujarnya, yang disambut hangat para peserta.
Minta Dianggap sebagai Bagian Keluarga Besar PKK
Bunda Sinta berharap dirinya bersama Wakil Ketua TP-PKK Provinsi NTB dapat diterima sebagai bagian dari keluarga besar PKK, sekaligus meminta para senior untuk tidak sungkan terus mengingatkan dan membimbing kepengurusan saat ini.
"Kami mohon agar kami dianggap sebagai anak-anak Ibu-Ibu. Kami masih belajar dan masih membutuhkan banyak arahan. Jangan sungkan untuk mengingatkan kami," katanya.
Ia menegaskan, gerakan PKK NTB tidak mengenal sekat antara yang senior dan yang baru. Menurutnya, yang terpenting adalah seluruh unsur dapat menyatukan pengalaman, energi, dan gagasan untuk menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat NTB.
Diawali Senam Lansia dan Pemeriksaan Kesehatan
Kegiatan silaturahmi ini diawali dengan senam lansia, dilanjutkan layanan pemeriksaan kesehatan bagi peserta, termasuk pemeriksaan mata serta layanan kesehatan lainnya. Kegiatan tersebut mendapat dukungan jajaran TP-PKK dan tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan setempat.
Pertemuan lintas generasi ini menjadi pengingat bahwa gerakan PKK akan semakin kuat ketika pengalaman masa lalu, semangat pengurus hari ini, dan gagasan untuk masa depan dipertemukan dalam satu semangat: bekerja bersama dan memberi manfaat bagi masyarakat.
(*)

