![]() |
| Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal didampingi jajaran Pemprov NTB saat memaparkan pembangunan Sistem Manajemen Talenta di hadapan pimpinan BKN RI di Jakarta. |
Jakarta, KabarNTB - Pemerintah Provinsi NTB berhasil melewati tahapan krusial menuju penerapan Sistem Manajemen Talenta ASN setelah mendapat penilaian positif dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI. Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal langsung memaparkan kesiapan sistem tersebut di hadapan seluruh jajaran pimpinan BKN RI di Kantor BKN, Jakarta, Kamis (7/8), dalam forum klarifikasi, konfirmasi, dan validasi yang berlangsung sekitar 90 menit.
Karier ASN Tak Lagi Soal Kontestasi Sesaat
Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu menegaskan bahwa reformasi birokrasi NTB harus dimulai dari pembenahan mendasar dalam pengelolaan sumber daya manusia aparatur. Dengan total 27.850 ASN yang dikelola Pemprov NTB, sistem karier yang modern dan berbasis data menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
"Pengembangan karier ASN tidak boleh lagi bergantung pada kontestasi sesaat. Ke depan, karier aparatur harus dipandu oleh Manajemen Talenta ASN berbasis kinerja dan potensi sehingga adil bagi ASN dan menguntungkan organisasi," tegas Gubernur Miq Iqbal.
Sistem ini, menurut Miq Iqbal, merupakan bagian dari implementasi Misi Ketujuh visi Bangkit Bersama Menuju NTB Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia, yang menitikberatkan percepatan transformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang bersih, inovatif, dan kolaboratif.
Fondasi Triple Agenda Pembangunan Daerah
Miq Iqbal menegaskan bahwa keberhasilan tiga agenda besar NTB, yakni pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan menjadikan NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia, hanya bisa dicapai jika ditopang oleh ASN yang ditempatkan sesuai talenta terbaiknya.
Dalam paparannya, Gubernur menguraikan secara komprehensif seluruh instrumen yang telah disiapkan Pemprov NTB. Mulai dari identifikasi jabatan strategis yang kosong atau akan segera kosong, pemetaan talenta melalui talent mapping, penyusunan succession planning, pengembangan kompetensi lewat Individual Development Plan (IDP), strategi retensi talenta, hingga simulasi pengisian jabatan berbasis data menggunakan aplikasi SIMATA BKN.
BKN: Siap Masuk Tahap Penetapan
Forum tersebut dipimpin Deputi Bidang Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN RI, Dr. Herman, M.Si., yang mewakili Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh. Hadir pula Sekretaris Utama BKN, para Deputi, Kepala Kantor Regional X BKN wilayah Bali Nusra, serta Direktorat Pengembangan Talenta dan Karier ASN.
Setelah menelaah seluruh materi, Dr. Herman menyampaikan apresiasi atas kesiapan Pemprov NTB yang dinilai melampaui ekspektasi.
"Kesiapan Pemerintah Provinsi NTB sangat baik dan sudah siap. Selanjutnya akan kami dalami sehingga mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama rekomendasi Kepala BKN RI dapat segera keluar," tegas Dr. Herman.
Langkah selanjutnya adalah pendalaman dokumen dan implementasi sistem oleh tim BKN. Jika seluruh persyaratan dinyatakan terpenuhi, Kepala BKN RI akan menerbitkan rekomendasi penetapan penyelenggaraan Sistem Manajemen Talenta bagi Pemprov NTB.
Seleksi Terbuka Tak Lagi Jadi Satu-satunya Jalur
Terbitnya rekomendasi tersebut kelak akan mengubah mekanisme pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemprov NTB secara signifikan. Seleksi terbuka melalui Tim Seleksi tidak lagi menjadi satu-satunya jalur, karena pengisian jabatan akan mengacu pada rekam jejak, kompetensi, kinerja, potensi, dan kesiapan suksesi yang telah terdokumentasi dalam sistem.
Dengan begitu, setiap ASN memperoleh kesempatan berkembang berdasarkan prestasi dan kapasitasnya, sementara organisasi memiliki talent pool yang siap pakai sehingga proses pengisian jabatan dapat berlangsung lebih cepat, objektif, dan berkesinambungan. Bagi Pemprov NTB, ini bukan sekadar memenuhi kebijakan reformasi birokrasi nasional, melainkan langkah strategis membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
(*)

