![]() |
| Mahasiswa KKN Angkatan IV STES Harapan Bima menyerahkan paket sembako secara langsung kepada warga kurang mampu dan para janda di Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. |
Bima, KabarNTB - Puluhan warga kurang mampu dan para janda di Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, menerima paket sembako dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan IV Tahun 2026 Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah (STES) Harapan Bima. Bakti sosial yang diinisiasi Kelompok 2 ini menjadi wujud konkret Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bukti bahwa kehadiran mahasiswa di desa bukan sekadar formalitas akademik.
Lebih dari Sekadar Bantuan Material
Paket sembako disalurkan langsung ke tangan warga penerima manfaat, menyasar kelompok yang paling rentan secara ekonomi. Koordinator KKN Kelompok 2 menegaskan bahwa semangat di balik kegiatan ini jauh melampaui nilai barang yang dibagikan.
"Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan material, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan semangat gotong royong yang menjadi ruh pengabdian mahasiswa," ujar Koordinator KKN Kelompok 2.
Kehadiran para mahasiswa di tengah permukiman warga juga dinilai membangun kedekatan emosional yang bermakna. Mereka tidak datang sebagai tamu, melainkan sebagai mitra yang turut merasakan denyut kehidupan masyarakat desa selama masa pengabdian berlangsung.
Warga Desa Dore Sambut Antusias
Respons masyarakat Desa Dore terhadap kegiatan ini sangat positif. Bantuan yang diterima dinilai mampu meringankan tekanan ekonomi yang selama ini dirasakan, khususnya oleh para janda dan keluarga prasejahtera. Warga pun berharap aksi sosial serupa tidak berhenti di satu angkatan KKN saja.
Harapan itu sederhana namun bermakna: agar kepedulian yang sudah tertanam ini terus tumbuh dan manfaatnya meluas ke lebih banyak keluarga yang membutuhkan sentuhan perhatian.
Mencetak Lulusan yang Peka Sosial
Bagi STES Harapan Bima, program KKN bukan semata instrumen pemenuhan beban studi. Setiap kegiatan yang dirancang mahasiswa di lapangan diarahkan untuk membentuk karakter, menumbuhkan empati, dan mempertebal rasa tanggung jawab terhadap sesama.
Perguruan tinggi ini menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai institusi yang berakar pada kebutuhan masyarakat. Sinergi antara kampus, pemerintah desa, dan warga setempat diharapkan melahirkan dampak pembangunan yang nyata dan berkesinambungan bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bima.
(*)

