Bima, KabarNTB - Musibah kebakaran merenggut dua nyawa sekaligus di Dusun Pelasma, Desa Doro O'o, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Sabtu (22/8/2026) dini hari. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.00 WITA itu menghanguskan dua unit rumah, yakni rumah panggung berkonstruksi 12 tiang milik Mahmud (85) hingga rata dengan tanah, serta satu unit rumah batu permanen ukuran 4x6 meter di pekarangan yang sama. Mahmud dan istrinya, Aisyah (75), dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut, dengan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting arus listrik.
Anak Kandung Korban Pertama Kali Lihat Kobaran Api
Berdasarkan kronologi yang dihimpun Tim Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (DISDAMKARMAT) Kabupaten Bima, peristiwa bermula sekitar pukul 02.00 WITA ketika Hanafiah (39), anak kandung Mahmud yang tinggal satu pekarangan dengan orang tuanya, melihat kobaran api muncul dari dalam rumah panggung milik kedua orang tuanya. Sepuluh menit berselang, sekitar pukul 02.10 WITA, ia langsung menginformasikan kejadian tersebut kepada warga sekitar sekaligus melapor ke petugas pemadam kebakaran Pos Langgudu.
Petugas pemadam menerima informasi tersebut pada pukul 02.20 WITA. Namun, akses menuju lokasi kejadian sempat terkendala jarak yang cukup jauh serta kondisi medan jalan yang terputus akibat robohnya jembatan di Dusun Ncera To'i. Petugas pemadam kebakaran Pos Langgudu akhirnya tiba di lokasi pada pukul 02.35 WITA untuk mengamankan situasi sekaligus membantu warga melakukan pendinginan.
Api Berhasil Dipadamkan dalam 15 Menit
Setelah upaya pemadaman, api berhasil dikuasai sepenuhnya pada pukul 02.50 WITA. Petugas Polsek Langgudu kemudian tiba di lokasi pukul 04.20 WITA untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak keluarga korban. Hingga pukul 05.15 WITA, situasi di Desa Doro O'o dilaporkan sudah kembali aman dan kondusif.
Korban Lansia Sulit Menyelamatkan Diri
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Mahmud yang telah berusia lanjut diketahui mengalami kesulitan bergerak, sehingga tidak mampu menyelamatkan diri saat api dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah. Kondisi serupa turut dialami istrinya, Aisyah, yang juga berusia lanjut.
Satu pekarangan tempat kejadian tercatat dihuni dua kepala keluarga, yakni keluarga Mahmud dan Aisyah yang menjadi korban jiwa, serta satu keluarga lain yang tinggal di rumah batu permanen di pekarangan yang sama, terdiri atas pasangan suami istri beserta seorang anak berusia dua tahun. Sementara itu, Sudarmo (40), warga yang tinggal di RT setempat, turut tercatat sebagai bagian dari data korban terdampak dalam peristiwa ini.
Kerugian Ditaksir Rp250 Juta
Selain merenggut dua korban jiwa, kebakaran ini juga menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp250 juta. Sejumlah barang yang ikut ludes terbakar antara lain satu unit rumah panggung 12 tiang yang rata dengan tanah, satu unit rumah batu permanen, empat lemari jati, empat kasur springbed, dua unit sepeda motor jenis Scoopy dan Beat, satu unit mesin berkekuatan 5 PK, dua unit televisi 32 inci, uang tunai Rp10 juta, 30 karung gabah padi, 150 kilogram beras, 30 gram emas, serta berbagai perlengkapan perabotan rumah tangga lainnya.
Warga Diimbau Cek Instalasi Listrik Sebelum Beraktivitas
Menyikapi peristiwa ini, Tim DISDAMKARMAT Kabupaten Bima berharap Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) dapat mengimbau warga agar memeriksa seluruh kondisi rumah, termasuk instalasi listrik, sebelum meninggalkan rumah untuk beraktivitas, guna mencegah terulangnya peristiwa serupa di kemudian hari.
(*)

