![]() |
| Ilustrasi kawasan Gunung Sangiang di Wera, Bima, yang berstatus Cagar Alam dan disebut-sebut menyimpan berbagai dugaan pelanggaran terhadap satwa lindung hingga kini belum terungkap sepenuhnya. |
Bima, KabarNTB - Penanganan kasus kematian Kifen kembali menjadi perbincangan di media sosial setelah sebuah unggahan di Facebook menyoroti sejumlah pertanyaan besar yang dinilai belum terjawab, mulai dari asal usul senjata api yang digunakan terdakwa Aldi, dugaan keterlibatan pihak lain dalam skenario kasus tersebut, hingga dugaan poaching atau perambahan satwa lindung yang disebut masih berlangsung di kawasan Gunung Sangiang, Wera, Bima.
Terdakwa Ditetapkan, Tapi Sumber Senjata Masih Gelap
Dalam unggahannya pada Kamis (6/8/2026), akun Facebook atas nama Rizal Azharil Gajali menyoroti bahwa proses hukum kasus Kifen baru menyentuh permukaan. Aldi memang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini berstatus terdakwa, namun pertanyaan soal bagaimana ia memperoleh senjata api dan dari mana amunisinya berasal disebut belum pernah dijawab secara terbuka.
"Penanganan kasus anakda Kifen hingga kini belum menemukan titik terang. Kecuali tertumpu pada penetapan Aldi sebagai tersangka dan kini sudah jadi terdakwa tanpa mengetahui bagaimana cara ia memperoleh senjata api dan dari mana sumber amunisinya," tulis Rizal dalam unggahannya.
Unggahan itu juga menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum yang ditengarai turut merancang skenario di balik kasus tersebut, namun hingga kini pihak dimaksud disebut belum tersentuh proses hukum.
Sangiang Api dan Dugaan Perambahan yang Tak Kunjung Tuntas
Bagian lain dari unggahan itu menyoroti dugaan perambahan satwa lindung di Gunung Sangiang yang diklaim sudah berlangsung sejak lama dan bahkan disebut masih terjadi sampai sekarang. Rizal menyebut kalangan akademisi dan sejumlah media sudah berupaya keras membongkar apa yang ia sebut sebagai "skandal Sangiang Api", namun hasilnya belum membuahkan hasil yang signifikan.
"Dugaan kasus perampokan satwa lindung di Gunung Sangiang hingga kini masih berlangsung. Akademisi, media, dan lainnya sudah berjuang keras membongkar skandal Sangiang Api yang terjadi sejak dulu dan bahkan diduga kuat masih berlangsung sampai saat ini," imbuhnya.
Ia juga menyinggung pengajuan proposal perubahan status kawasan Gunung Sangiang dari Cagar Alam (CA) menjadi Taman Wisata Alam (TWA) sebagai pintu masuk potensial untuk mengurai berbagai dugaan pelanggaran di kawasan tersebut.
Kaitkan dengan Kasus Komodo, Pihak Polres Mabar Bantah
Perihal klaim yang mengaitkan hilangnya Kifen dengan kasus komodo, Rizal menegaskan bahwa hal itu sudah terbantahkan secara resmi. Polres Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, disebut telah mengeluarkan siaran pers yang mementahkan kaitan antara kedua kasus tersebut.
"Kehilangan Kifen dikaitkan dengan kasus komodo saat itu sudah terbantahkan melalui press release pihak Polres Mabar, NTT," tegasnya.
Redaksi Belum Dapat Verifikasi Independen
Perlu dicatat bahwa seluruh klaim di atas bersumber dari unggahan media sosial pribadi dan belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak berwenang, termasuk kepolisian maupun instansi terkait pengelolaan kawasan konservasi. Pihak-pihak yang disebut dalam unggahan tersebut juga belum memberikan tanggapan resmi. Redaksi KabarNTB belum dapat memverifikasi secara independen klaim-klaim yang beredar dalam unggahan dimaksud.
(*)

