![]() |
| Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan keterangan terkait dinamika menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang akan menentukan Ketua KONI NTB periode 2026-2030, Jumat (14/8/2026). |
Mataram, KabarNTB - Suhu politik olahraga di NTB mulai menghangat menjelang pemilihan Ketua KONI NTB periode 2026-2030. Merespons dinamika tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, mengajak seluruh masyarakat dan insan olahraga menjaga suasana tetap tenang dan sportif jelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov). Baginya, pergantian kepemimpinan ini semestinya menjadi energi positif, bukan sumber ketegangan, mengingat NTB tengah bersiap memikul tanggung jawab besar sebagai tuan rumah PON 2028.
Antusiasme Publik Perlu Dikelola Secara Dewasa
Miq Iqbal menilai tingginya perhatian masyarakat terhadap proses pemilihan Ketua KONI NTB merupakan bentuk kepedulian yang wajar terhadap masa depan olahraga daerah. Namun, ia mengingatkan antusiasme tersebut perlu dikelola secara dewasa agar tidak berkembang menjadi ketegangan yang mengganggu soliditas insan olahraga NTB.
"Tidak ada yang perlu diperdebatkan, tidak ada yang perlu membuat kita harus naik tensi. Kita jalani ini dengan kalem, kita jalani ini dengan tenang," ujar Iqbal dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).
Komunikasi Intensif dengan KONI NTB dan KONI Pusat
Gubernur memastikan komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar proses transisi kepemimpinan KONI NTB berjalan kondusif. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, KONI Pusat, serta pihak-pihak terkait untuk memastikan seluruh tahapan berlangsung baik dan sesuai semangat olahraga.
"Saya terus berkomunikasi dengan Pak Haji Mori Hanafi, dengan KONI Pusat, dan semua pihak. Kita sepakat bahwa proses ini harus berjalan dengan damai, baik, dan lancar," tegasnya.
Agenda Besar PON 2028 Menanti di Depan Mata
Menurut Miq Iqbal, NTB kini memiliki agenda yang jauh lebih besar ketimbang sekadar pergantian kepemimpinan organisasi. Bersama Nusa Tenggara Timur dan Daerah Khusus Jakarta, NTB akan menjadi tuan rumah PON 2028 yang membutuhkan kesiapan panjang, kerja sama lintas pihak, serta soliditas seluruh pemangku kepentingan olahraga.
Karena itu, suasana internal dunia olahraga harus dijaga sejak dini. Persiapan PON 2028 membutuhkan energi, konsentrasi, dan kolaborasi, bukan konflik yang justru menguras perhatian dan sumber daya.
"Kita ingin memasuki persiapan PON 2028 dengan suasana hati yang senang, damai, karena kita punya beban moral yang sangat berat untuk memastikan PON 2028 berlangsung dengan baik," katanya.
Ajak Fokus HUT ke-81 RI Terlebih Dahulu
Di tengah dinamika menjelang Musorprov, Gubernur turut mengajak masyarakat mengarahkan perhatian pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, momentum kemerdekaan menjadi kesempatan merefleksikan capaian sekaligus memperkuat kebersamaan sebelum menghadapi berbagai agenda besar daerah.
"Mari sementara waktu kita fokus ke persiapan HUT RI. Ini momen yang sangat penting buat kita untuk merefleksikan apa yang sudah kita lakukan dan apa yang ingin kita capai ke depan," ujarnya.
Siapa pun Terpilih, Diyakini Punya Komitmen yang Sama
Miq Iqbal menegaskan, siapa pun yang nantinya maju dan terpilih memimpin KONI NTB diyakini memiliki niat serta komitmen memajukan olahraga daerah. Karena itu, proses pemilihan harus ditempatkan sebagai bagian dari mekanisme organisasi, bukan alasan memecah persaudaraan insan olahraga.
"Tetap tenang, tetap sportif. Semua punya keinginan dan komitmen yang sama untuk melihat NTB lebih baik dalam semua hal, termasuk di dunia olahraga," tegasnya.
Bagi Gubernur, Musorprov adalah bagian dari proses demokrasi organisasi, sedangkan PON 2028 adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen NTB. Karena itu, siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin KONI NTB diharapkan dapat segera merangkul seluruh kekuatan olahraga dan mengubah dinamika hari ini menjadi energi bersama demi satu tujuan: mengharumkan nama NTB di PON 2028.
(*)

