
Suasana Wisuda Sarjana Angkatan XXIII STIE Bima di Auditorium STIE Bima, Kamis 27 Agustus 2026, yang meluluskan 254 mahasiswa dari berbagai program studi.
Kota Bima, KabarNTB - Sebanyak 254 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima resmi menyandang gelar sarjana dalam Wisuda Angkatan XXIII Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Auditorium STIE Bima, Kamis 27 Agustus 2026. Di antara ratusan lulusan itu, Reza Fitriani tampil sebagai wisudawan terbaik dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93, nilai tertinggi yang ditorehkan pada angkatan ini.
Sepuluh Wisudawan Terbaik Angkatan XXIII
STIE Bima mengumumkan sepuluh nama yang menonjol secara akademik pada wisuda tahun ini. Reza Fitriani memimpin daftar dengan IPK 3,93, disusul Muhammad Sayid Fadil dengan IPK 3,90, lalu Tri Wahyuni Alifah dengan IPK 3,84, dan Dea Ananda dengan IPK 3,83.
Posisi berikutnya ditempati Salimatul Uyun dengan IPK 3,82, kemudian tiga wisudawan berbagi capaian yang sama, yaitu Imanda Nabilasari, Raisya Amalia, dan Tadz Kiraturrahmah, masing-masing meraih IPK 3,80. Dua posisi terakhir dihuni Rosdiana dan Putri Nia Rinsih, keduanya dengan IPK 3,76.
| No. | Nama | IPK |
|---|---|---|
| 1 | REZA FITRIANI | 3.93 |
| 2 | MUHAMMAD SAYID FADIL | 3.90 |
| 3 | TRI WAHYUNI ALIFAH | 3.84 |
| 4 | DEA ANANDA | 3.83 |
| 5 | SALIMATUL UYUN | 3.82 |
| 6 | IMANDA NABILASARI | 3.80 |
| 7 | RAISYA AMALIA | 3.80 |
| 8 | TADZKIRATURRAHMAH | 3.80 |
| 9 | ROSDIANA | 3.76 |
| 10 | PUTRI NIA RINSIH | 3.76 |
Wisuda Bukan Sekadar Seremoni
Ketua STIE Bima, Firdaus, menegaskan bahwa momentum wisuda memiliki bobot makna yang jauh lebih dalam dari sekadar prosesi formal. Baginya, hari itu adalah perayaan atas ketekunan dan pengorbanan yang selama ini dijalani para mahasiswa.
"Hari ini sesungguhnya memiliki tiga makna kebanggaan. Bagi para wisudawan, hari ini adalah puncak perjalanan akademik yang ditempuh dengan perjuangan, ketekunan, dan pengorbanan," ujar Firdaus, Ketua STIE Bima.
Firdaus menilai bahwa nilai tinggi memang layak diapresiasi, namun ukuran keberhasilan seorang lulusan tidak berhenti di sana. Integritas, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta kontribusi nyata kepada masyarakat disebutnya sebagai bekal yang tak kalah penting untuk dibawa setelah bangku kuliah.
Ilmu sebagai Kontribusi Nyata
Kepada para lulusan, Firdaus berharap prestasi akademik yang telah diraih menjadi titik awal, bukan titik akhir. Ia mendorong seluruh wisudawan untuk membawa ilmunya keluar dari tembok kampus dan memberikan dampak yang terasa di tengah masyarakat.
"Lulusan terbaik bukan hanya mereka yang memiliki nilai tinggi, tetapi juga mereka yang mampu membawa ilmu, menjaga nama baik almamater, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," tambah Firdaus.
(*)
