Lombok Barat, KabarNTB - Gaya kepemimpinan Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, mendapat sorotan positif dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menilai strategi yang dijalankan Miq Iqbal—sapaan akrab sang gubernur—patut menjadi inspirasi bagi kepala daerah se-Indonesia. Pernyataan ini disampaikan di hadapan para peserta Rapat Kerja dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Aruna Senggigi, Kamis (16/7/2026).
Bekal Diplomat, Modal Negosiasi dengan Pusat
Dalam sambutannya, Bima Arya menyoroti kemampuan Gubernur NTB membangun komunikasi dan negosiasi yang efektif dengan pemerintah pusat. Ia bahkan meminta Miq Iqbal membagikan strategi tersebut kepada gubernur-gubernur lain yang hadir dalam forum tersebut.
"Pak Gubernur NTB, mungkin karena pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Turki, punya kemampuan negosiasi yang hebat. Meskipun NTB memiliki sejumlah kendala, tetapi sepertinya sangat mudah mendapatkan bantuan. Mudah-mudahan bisa ditularkan kepada yang lain," ujar Bima di hadapan para gubernur dan wakil gubernur se-Indonesia.
Menurut Bima, keberhasilan sebuah daerah tidak melulu ditentukan besarnya sumber daya yang dimiliki, melainkan juga kemampuan pemimpinnya membangun komunikasi, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.
Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, Tantangan Pemerataan Masih Ada
Wamendagri turut mengapresiasi capaian ekonomi NTB yang kini menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat lapisan bawah, khususnya dari sektor industri ekstraktif.
"Tantangannya adalah bagaimana hasil dari industri ekstraktif ini bisa menetes ke masyarakat bawah. Itu yang menjadi persoalan," katanya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat kini tengah mendorong seluruh kepala daerah memiliki pemahaman lebih kuat soal strategi pertumbuhan ekonomi. Bagi Bima, kepala daerah tak cukup hanya piawai mengelola pemerintahan, tetapi juga harus memahami faktor-faktor penggerak investasi, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat. Forum APPSI, menurutnya, menjadi ruang yang tepat bagi para gubernur untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik.
Gubernur NTB Berkelakar Soal "Angin Dingin dari Australia"
Menanggapi apresiasi tersebut, Gubernur NTB menyampaikan terima kasih atas kepercayaan APPSI yang memilih NTB sebagai tuan rumah Rapat Kerja dan Munaslub 2026. Dalam suasana hangat, ia bahkan berkelakar bahwa dirinya "meminjam" angin musim dingin dari Australia agar seluruh tamu bisa menikmati suasana Pulau Lombok yang lebih sejuk selama berada di NTB.
"Biasanya panas, sekarang sudah dingin. Jadi sangat nyaman bagi Anda semua untuk berbelanja dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi lokal," ujarnya disambut tawa para peserta.
Momentum Promosi Investasi dan Pariwisata NTB
Penyelenggaraan Rapat Kerja dan Munaslub APPSI 2026 di NTB tak hanya menjadi forum strategis merumuskan rekomendasi kebijakan, tetapi juga momentum memperkenalkan potensi investasi, pariwisata, dan produk unggulan daerah kepada para pemimpin provinsi se-Indonesia. Apresiasi Wamendagri terhadap Gubernur NTB sekaligus menjadi pengakuan bahwa kepemimpinan yang mampu membangun kolaborasi, komunikasi, dan inovasi menjadi salah satu kunci penting mempercepat pembangunan daerah.
(*)

