![]() |
| Ilustrasi tangkapan layar video yang beredar luas di media sosial NTB yang diduga memperlihatkan seseorang menghisap sabu di atas kendaraan di kawasan Kota Bima-Kolo, Kecamatan Asakota. (Foto: AI) |
Kota Bima, KabarNTB - Jagat media sosial NTB dihebohkan video yang beredar pekan ini, Juli 2026. Dalam rekaman yang telah dibagikan ratusan kali oleh warganet itu, seseorang yang dikenal dengan sebutan Pena Bumi alias SR diduga tengah menghisap narkotika jenis sabu di atas mobil di kawasan jalan raya Kota Bima-Kolo, Kecamatan Asakota. Alih-alih membantah, Pena Bumi justru mengakui kejadian tersebut, namun dengan catatan penting: menurutnya itu peristiwa dua tahun silam.
Akui Video Asli, Klaim Sudah Berhenti
Saat dikonfirmasi, Jumat malam (10/7/2026), Pena Bumi tidak membantah keaslian video tersebut. Ia mengakui kejadian itu berlangsung di atas mobil saat melintasi jalan raya Kota Bima-Kolo, namun menegaskan peristiwa itu terjadi dua tahun yang lalu, jauh sebelum dirinya lulus sebagai ASN PPPK.
"Kisah itu terjadi pada 2 tahun silam. Sumber sabu itu dari FT. Lebih jelasnya, sabu yang saya hisap itu dibawa dari FT. Soal dari mana ia memperoleh sabu tersebut, tentu saja saya tidak tahu. Kisah itu merupakan yang terakhir kali buat saya. Dan selanjutnya sampai saat ini, saya tidak lagi memakai sabu," tegas Pena Bumi.
Kronologi: Gelap, Lampu HP Menyala, Tanpa Sadar Direkam
Pena Bumi kemudian membeberkan kronologi kejadian. Saat itu ia mengaku sedang berada di suatu tempat di kawasan Kolo ketika seseorang berinisial FT menghubunginya lewat telepon dan mendatanginya. Keduanya lalu bersama-sama menuju Kota Bima menggunakan mobil.
"Di atas mobil tersebut ia memberikan sabu kepada saya dan saya mulai menghisapnya. Namun saat mulai menghisap sabu itu, kondisi di dalam mobil gelap. Oleh karena itu saya meminta agar FT menyalakan lampu HP-nya. Pada saat yang sama, nampaknya ia menyalakan lampu HP-nya sembari merekam saya yang sedang hisap sabu. Demi Allah dan Demi Rasulullah, saya tidak tahu kalau pada saat menyalakan lampu HP itu dia juga merekamnya," tandas Pena Bumi.
Tuding FT sebagai Perekam dan Penyebar Video
Pena Bumi juga menuding FT sebagai pihak yang merekam video tersebut dan menyebarluaskannya, baik rekaman di atas mobil maupun di lokasi kedua, yakni sebuah kontrakan di Kecamatan Asakota yang disebutnya pernah menjadi tempat tinggal bersama keduanya.
Investigasi media online visionerbima.com mengungkap, FT yang disebut berada di dalam mobil bersama Pena Bumi diduga masih berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu puskesmas di Kota Bima di bawah Dinas Kesehatan Kota Bima. Lebih dari itu, sejumlah sumber menyebut FT diduga masih berstatus istri sah seorang anggota Polsek Wawo berinisial TS.
Terkait status pernikahan ini, Pena Bumi mengaku baru mengetahuinya setelah hubungan keduanya berakhir. Ia menyebut saat awal berpacaran, FT menunjukkan akta cerai dengan suaminya.
"Baru-baru ini pula saya mengetahui bahwa akta cerai yang ditunjukkan kepada saya oleh FT itu ditengarai keras bersifat palsu," beber Pena Bumi.
Santai Hadapi Viralnya Video, Senin Penuhi Panggilan Instansi
Meski video tersebut memicu beragam reaksi di ruang publik, Pena Bumi mengaku tetap tenang karena kejadian itu terjadi sebelum dirinya menjadi ASN PPPK.
"Alhamdulillah sejak video itu beredar luas di beranda maya dan sampai saat ini saya masih sangat santai. Akan berbeda kondisinya ketika kisah itu terjadi setelah saya lulus menjadi ASN PPPK. Lha, ngapain saya tegang, sebab kisah itu terjadi pada 2 tahun silam," paparnya.
Ia juga mengakui telah menerima surat panggilan dari pimpinan di instansinya dan memastikan akan hadir memberikan klarifikasi pada Senin (13/7/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pihak FT belum berhasil dihubungi untuk dimintai konfirmasi. Pertanyaan soal status FT sebagai pengguna sabu dan asal muasal narkotika tersebut juga masih belum terjawab. Video ini masih menjadi perbincangan hangat di media sosial NTB, sementara berbagai pihak mendesak instansi terkait segera mengambil langkah tegas.
(*)

