Kota Bima, KabarNTB - Sebuah video dan foto lama mendadak kembali beredar di media sosial dan memicu perbincangan warganet, Jumat (10/7/2026). Video dan foto tersebut diunggah oleh akun Facebook Badai NTB Real, menampilkan sosok Suryadin, yang akrab disapa Pena Bumi. Suryadin sendiri buka suara untuk membantah bahwa peristiwa dalam video itu merupakan kejadian baru. Ia diketahui berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Diklaim Rekaman Tiga Tahun Lalu, Sebelum Jadi PPPK
Menurut Suryadin, video dan foto yang diunggah akun Badai NTB Real itu merupakan rekaman lama berusia sekitar tiga tahun, jauh sebelum dirinya diangkat menjadi PPPK. Ia menegaskan bahwa konten tersebut bukan mencerminkan kondisinya saat ini.
"Video dan foto itu sekitar tiga tahun lalu. Diambil dari tangan seorang bidan di Kota Bima berinisial V alias Vete. Dia yang membeli barang itu dan mencekoki saya di dalam mobil maupun di kosnya. Video dan foto itu sebelum saya menjadi PPPK," kata Suryadin, Jum'at (10/7/2026).
Sebut Nama Pihak Lain, Klaim Sepihak Belum Terverifikasi
Dalam pernyataannya, Suryadin turut menyebut keterlibatan seorang perempuan berinisial V yang bekerja sebagai bidan di Kota Bima, yang diklaimnya sebagai pihak yang membeli barang diduga narkoba tersebut dan memberikannya kepada dirinya. Perlu ditegaskan bahwa klaim ini murni pernyataan sepihak dari Suryadin, dan hingga saat ini KabarNTB belum memperoleh konfirmasi maupun tanggapan dari pihak yang dimaksud atas tudingan tersebut.
Belum Ada Tanggapan Resmi dari Instansi maupun Aparat
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari instansi tempat Suryadin bertugas, dari pengelola akun Facebook Badai NTB Real, maupun dari aparat penegak hukum terkait beredarnya video dan foto yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba ini. Dengan demikian, seluruh keterangan dalam pemberitaan ini masih bersumber dari pernyataan satu pihak, dan berlaku asas praduga tak bersalah baik bagi Suryadin maupun pihak lain yang disebut namanya, hingga ada proses verifikasi atau klarifikasi resmi lebih lanjut.
KabarNTB akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memperbarui pemberitaan apabila terdapat keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.
(*)

