![]() |
| Ilustrasi/AI |
Bima, KabarNTB - Nama baik Korps Bhayangkara kembali tercoreng isu miring. Seorang oknum anggota kepolisian yang bertugas di Polres Bima berinisial VN diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Bima. Perlu digarisbawahi, seluruh informasi ini masih berupa dugaan berdasarkan sumber anonim dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak yang bersangkutan maupun proses hukum yang berjalan.
Dugaan Berperan sebagai Pemasok dari Sumbawa
Berdasarkan informasi yang beredar, seperti dilansir dari Kabarbima.net, oknum polisi asal Sumbawa tersebut ditengarai memasok sabu dari wilayah asalnya untuk diedarkan di wilayah hukum Kabupaten Bima. Sumber internal kepolisian yang meminta identitasnya dirahasiakan, sebagaimana dilansir media Kabarbima.net, menyebut VN kerap melakukan aktivitas mencurigakan di sebuah kos-kosan yang berlokasi tak jauh dari Mako Polres Bima sebelum barang diduga diedarkan lebih lanjut.
Sumber yang sama juga menyebut sejumlah inisial lain yang diduga terlibat dalam rantai peredaran tersebut, termasuk sesama oknum anggota Polri dan beberapa pengedar lokal. Namun, seluruh nama dan keterlibatan pihak-pihak ini masih bersifat dugaan yang perlu pembuktian lebih lanjut oleh penyidik.
Disebut-sebut Terkait Kasus 3 Kg Sabu di Pelabuhan Kayangan
Sumber tersebut turut menduga adanya keterkaitan antara VN dengan pengungkapan barang bukti sabu seberat 3 kilogram di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, beberapa hari sebelumnya. Barang tersebut disebut sedianya akan dikirim ke Pulau Sumbawa.
"Pada hari penangkapan sabu 3 kg itu, VN diketahui tidak masuk kantor dan sedang berada di Sumbawa," ungkap sumber tersebut dilansir dari media Kabarbima.net.
Sumber itu juga menyebut bahwa VN sebelumnya sempat bertugas di Sumbawa dan diduga terseret kasus narkoba di sana, sebelum akhirnya dimutasi ke Bima. Namun, informasi ini juga belum bisa diverifikasi secara independen.
Penangkapan di Tente, Belum Tentu Terkait Jaringan VN
Sebelumnya, Tim Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Bima telah mengamankan seorang pengedar narkoba di wilayah Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan masih mendalami apakah penangkapan tersebut berkaitan langsung dengan dugaan jaringan VN atau merupakan jaringan yang sama sekali berbeda.
Warga Desak Usut Tuntas Tanpa Tebang Pilih
Di tengah beredarnya isu ini, desakan masyarakat agar kasus diusut secara tuntas dan transparan kian menguat. Warga meminta jajaran Polres Bima bersikap tegas dan tidak tebang pilih dalam menindak pelaku tindak pidana narkotika, terlebih jika dugaan keterlibatan menyentuh oknum anggotanya sendiri. Sikap tegas ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mencegah munculnya spekulasi liar di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, VN belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan keterlibatannya karena tidak merespons panggilan telepon maupun pesan. Rekan yang disebut-sebut turut terlibat juga enggan memberikan tanggapan dengan alasan kondisi kesehatan.
Kasat Resnarkoba: "Siapa Pun, Tetap Kami Tindak"
Menanggapi isu yang berkembang, Kasat Resnarkoba Polres Bima AKP Dediansyah menegaskan pihaknya akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu sesuai pemberitaan yang beredar, sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
"Kalau benar inisial VN itu anggota Polri, saya akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu sesuai dengan pemberitaan yang ada dan akan menindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Dediansyah, Jum'at ( 24/07/2026).
Ia menegaskan komitmennya untuk tidak pandang bulu dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya, siapa pun pihak yang terlibat.
"Tetap gas full kalau masalah narkoba. Siapa pun tetap gas full," tegasnya.
(*)

