![]() |
| Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menghadiri perayaan Sannipata Waisak 2570 BE/2026 di Vihara Bodhi Dharma, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Minggu (19/7/2026). |
Lombok Utara, KabarNTB - Ribuan umat Buddha memadati Vihara Bodhi Dharma, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Minggu (19/7/2026), dalam puncak perayaan Sannipata Waisak 2570 BE/2026. Kegiatan yang menjadi puncak rangkaian Tri Suci Waisak ini turut dihadiri Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, yang menitipkan pesan penting soal kerukunan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Toleransi Jadi Perekat Kehidupan Masyarakat Majemuk
Dalam sambutannya, Wagub yang akrab disapa Umi Dinda menegaskan bahwa kerukunan dan toleransi antarumat beragama merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah yang damai, harmonis, dan sejahtera. Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan setiap agama menjadi perekat kehidupan masyarakat yang majemuk, sehingga semangat saling menghormati harus terus dipelihara.
"Terima kasih kepada umat Buddha di Lombok Utara yang telah menunjukkan kepada dunia bahwa di Nusa Tenggara Barat kita hidup dalam keberagaman, saling menjaga toleransi, memberikan rasa hormat dan saling menjaga antara satu dengan yang lain," ujar Umi Dinda.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persaudaraan sebagai modal sosial dalam membangun NTB.
"Mari kita terus saling mendoakan, saling menjaga, saling mengingatkan dan terus menjaga kerukunan antarumat yang berada di Nusa Tenggara Barat," tambahnya.
Desa Bentek Jadi Contoh Nasional Kerukunan Umat Beragama
Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengungkapkan bahwa keberhasilan daerahnya mempertahankan predikat Kabupaten Peduli Kerukunan Umat Beragama selama enam tahun berturut-turut tak lepas dari kuatnya budaya saling menghormati yang tumbuh di tengah masyarakat. Ia bahkan menyebut Desa Bentek telah menjadi salah satu contoh nasional dalam praktik kehidupan harmonis di tengah keberagaman.
"Di sini, di Desa Bentek, merupakan salah satu desa yang dijadikan sebagai contoh tentang kerukunan umat beragama di Indonesia. Ini merupakan suatu penghormatan dan prestasi yang luar biasa bagi kita di Lombok Utara," ungkap Najmul Akhyar.
Diramaikan Drama Kisah Sang Buddha hingga Pembagian Kitab Suci
Perayaan Sannipata Waisak tahun ini berlangsung khidmat melalui pembagian kitab suci Dharmapada, penyampaian pesan Sannipata Waisak, pertunjukan seni budaya, hingga drama yang mengisahkan perjalanan hidup Sang Buddha. Sebelumnya, rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial juga telah digelar, di antaranya bakti sosial di tujuh vihara serta penyaluran 600 paket bantuan kepada 34 vihara di Kabupaten Lombok Utara.
Hibah Rp100 Juta Diserahkan untuk Magabudhi Lombok Utara
Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur bersama Anggota DPRD Provinsi NTB Sudirsah Sujanto menyerahkan secara simbolis dana hibah sebesar Rp100 juta kepada Magabudhi Kabupaten Lombok Utara, sebagai bentuk dukungan Pemprov NTB terhadap pembinaan dan penguatan kegiatan keagamaan umat Buddha.
Dihadiri Sekitar 3.000 Umat dari Tiga Kabupaten/Kota
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kegiatan ini dihadiri kurang lebih tiga ribuan umat Buddha yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Barat. Mengusung tema "Menapaki Jalan Mulia Bersumbangsih Bagi Negeri", perayaan ini diharapkan tak sekadar menjadi ritual keagamaan, melainkan juga ruang untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan gotong royong.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri, Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB Aryadi Satyawira, Anggota DPRD Provinsi NTB Sudirsah Sujanto, para bhikshu, unsur Forkopimda, pimpinan OPD Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Utara, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
(*)

