![]() |
| Mas Hartono, penjual salome di Kota Bima, mengaku merasakan perubahan besar dalam hidup dan usahanya sejak rutin menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Bima. |
Kota Bima, KabarNTB – Mas Hartono, penjual salome di Kota Bima, mengaku merasakan perubahan besar dalam hidup dan usahanya sejak rutin menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Bima. Ia meyakini kebiasaan berbagi tersebut menjadi salah satu faktor yang menghadirkan keberkahan sehingga usahanya terus berkembang.
Berawal dari usaha sederhana dengan modal terbatas, Mas Hartono kini mampu mengembangkan bisnisnya hingga memberikan penghidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Ia menilai kesuksesan yang diraih bukan semata hasil kerja keras dan ketekunan, tetapi juga karena komitmennya untuk berbagi kepada sesama.
Menurut Hartono, menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tidak membuat penghasilannya berkurang. Sebaliknya, ia merasakan usahanya semakin lancar dan jumlah pelanggan terus bertambah dari waktu ke waktu.
"Alhamdulillah, saya selalu berusaha menyisihkan sebagian keuntungan untuk zakat, infak, dan sedekah. Saya percaya, rezeki yang dibagikan akan kembali dengan cara yang lebih baik," ujarnya.
Ia berharap pengalamannya dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha lain agar tidak ragu berbagi melalui lembaga resmi. Bagi Hartono, zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban atau bentuk kepedulian sosial, tetapi juga cara menjaga keberkahan dalam menjalankan usaha.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Bima, Abdul Latief M. Saleh, mengajak masyarakat, khususnya pelaku usaha dan UMKM, untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas.
"Kami berharap semakin banyak masyarakat yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," kata Abdul Latief.
Menurut dia, zakat, infak, dan sedekah bukan hanya instrumen keagamaan, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi umat. Dana yang terkumpul dapat membantu masyarakat kurang mampu, mendukung pelaku usaha kecil, serta memperkuat ketahanan sosial di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Kisah Mas Hartono menjadi contoh bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi juga dari kepedulian untuk berbagi dan memberi manfaat bagi sesama.
Semangat berbagi yang konsisten, menurutnya, telah menjadi bagian penting dalam perjalanan usahanya hingga mampu berkembang seperti sekarang.
(*)

