![]() |
| Kegiatan Tadabur Alam TPQ Riyadhush Shalihin bagi para santri di Pantai Lawata, Kota Bima, Ahad (14/6/2026). |
Kota Bima, KabarNTB – TPQ Riyadhush Shalihin Manggemaci, Kota Bima menggelar kegiatan Tadabur Alam bagi para santri di Pantai Lawata, Ahad, 14 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 11.30 WITA itu menjadi ajang silaturahim antara wali santri, ustadz dan ustadzah, serta pengurus TPQ, sekaligus sarana pendidikan karakter bagi anak-anak melalui kepedulian terhadap lingkungan.
Pimpinan TPQ Riyadhush Shalihin, Abdul Ghafar, ST., M.T., mengatakan kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai rekreasi edukatif, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial kepada para santri.
Agenda Tadabur Alam meliputi silaturahim, gerakan peduli lingkungan bertajuk "Ada Sampah Ambil", serta berbagai permainan dan lomba yang melibatkan seluruh peserta.
Edukasi Bahaya Sampah Plastik Sejak Dini
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian dalam Tadabur Alam tahun ini adalah program "Ada Sampah Ambil". Melalui program tersebut, TPQ Riyadhush Shalihin menggandeng organisasi nirlaba Indo Plastic Free Island yang didirikan oleh Amir untuk memberikan edukasi mengenai bahaya sampah plastik, khususnya terhadap ekosistem laut.
Amir menjelaskan bahwa sampah plastik yang dibuang ke laut memiliki dampak yang sangat serius karena tidak mudah terurai dan dapat bertahan hingga ratusan tahun.
"Sampah plastik yang dibuang ke laut sangat berbahaya. Plastik tidak mudah hancur dan bisa bertahan selama ratusan tahun. Hewan laut seperti ikan, penyu, dan burung laut dapat mengira plastik sebagai makanan. Jika dimakan, mereka bisa sakit, terluka, bahkan mati. Sampah plastik juga membuat air laut kotor dan merusak tempat tinggal hewan laut. Karena itu, kita harus membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik agar laut tetap bersih dan hewan laut dapat hidup dengan aman," kata Amir.
Menurutnya, memberikan pemahaman tentang bahaya sampah plastik kepada anak-anak tidak hanya membuat mereka mengetahui dampak negatif plastik terhadap lingkungan, tetapi juga membentuk karakter peduli lingkungan, bertanggung jawab, dan membiasakan gaya hidup yang lebih ramah terhadap bumi.
Lomba Kreasi dari Sampah Plastik Asah Kreativitas Anak
Selain edukasi lingkungan, kegiatan Tadabur Alam juga diisi dengan games dan lomba membuat kreasi dari sampah plastik. Lomba tersebut dirancang untuk mengajak anak-anak memanfaatkan barang bekas menjadi karya yang memiliki nilai guna.
Kegiatan ini dinilai mampu menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini sekaligus melatih kreativitas dan imajinasi anak. Melalui proses mendaur ulang sampah plastik, para santri diajak memahami pentingnya mengurangi penggunaan plastik dan memanfaatkan kembali barang-barang yang masih dapat digunakan.
Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan lingkungan, menanamkan rasa tanggung jawab, serta meningkatkan rasa percaya diri anak melalui hasil karya yang mereka ciptakan.
Melalui Tadabur Alam di Pantai Lawata, TPQ Riyadhush Shalihin berupaya menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, yakni mengajarkan nilai kebersamaan sekaligus menumbuhkan generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan sejak dini.
(*)

