Lombok Timur, KabarNTB - Warga Lombok Timur kini memiliki ruang baru untuk menyuarakan keluhan dan harapannya. Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H. Rachmat Hidayat, meresmikan Rumah Aspirasi di Kompleks Rumah Sehat Pancor, Sabtu (20/6/2026). Peresmian ini menjadi penutup rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang digelar DPC PDI Perjuangan Lombok Timur sepanjang Juni 2026.
Sejumlah pengurus partai turut hadir, dari jajaran DPP seperti Anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto dan Sri Rahayu, hingga jajaran DPD PDIP NTB dan DPC PDIP Lombok Timur yang dipimpin Ketua DPC Ahmad Sukro.
Rumah Rakyat, Bukan Kantor Partai
Rachmat Hidayat menegaskan bahwa Rumah Aspirasi bukan sekadar kantor politik. Fasilitas ini dirancang sebagai ruang pengaduan terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang politik, agama, profesi, maupun golongan.
"Rumah ini milik rakyat. Siapa pun boleh datang dan menyampaikan persoalannya." tegas Rachmat.
Ia menyebut masih banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan pendampingan, mulai dari infrastruktur jalan, layanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, hingga urusan pertanian dan nelayan yang kerap terhambat persoalan administrasi.
"Jangan biarkan rakyat berjuang sendiri menghadapi persoalannya. Negara harus hadir, dan kami ingin menjadi penghubungnya." ujar Rachmat.
Setiap Aspirasi Akan Dikawal
Politisi senior PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa setiap aspirasi yang masuk akan dicatat, dikaji, dan ditindaklanjuti sesuai kewenangannya sebagai wakil rakyat di Senayan. Jika menyangkut kewenangan daerah, koordinasi akan dilakukan dengan pemerintah kabupaten atau provinsi; jika menyangkut kewenangan pusat, ia siap memperjuangkannya melalui jalur yang tersedia.
"Jangan ragu datang. Sampaikan masalahnya. Kami akan kawal sampai ada jalan keluarnya." ujarnya.
Rachmat menegaskan bahwa semangat ini sejalan dengan ajaran Bung Karno yang selalu berpihak pada wong cilik.
"Bung Karno mengajarkan bahwa politik harus berpihak kepada wong cilik. Rumah Aspirasi ini adalah salah satu bentuk keberpihakan itu." ujarnya.
"Ini Rumah untuk Rakyat"
Pengurus DPP PDI Perjuangan, Sri Rahayu, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya fasilitas ini di Lombok Timur. Ia menegaskan bahwa Rumah Aspirasi terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
"Ini bukan rumah untuk kader partai semata. Ini rumah untuk rakyat." katanya.
"Yang terpenting adalah memastikan rakyat tidak berjalan sendiri ketika menghadapi masalah." kata Rahayu.
Tanam Mangrove di Paremas
Usai peresmian, jajaran PDI Perjuangan melanjutkan kegiatan penanaman mangrove di Desa Paremas, Kecamatan Jerowaru, sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir dan mitigasi perubahan iklim.
"Menanam mangrove berarti menanam perlindungan untuk masa depan masyarakat pesisir. Kalau mangrove terjaga, laut tetap produktif. Kalau laut produktif, ekonomi rakyat pesisir juga ikut kuat." ujar Rachmat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Sukro, menutup rangkaian Bulan Bung Karno dengan menegaskan bahwa seluruh kegiatan dirancang untuk menghasilkan manfaat konkret, bukan sekadar seremoni.
"Perjuangan tidak cukup dengan pidato. Perjuangan harus hadir dalam tindakan. Kami seluruh kader PDI Perjuangan selalu diingatkan, bahwa rakyat tidak membutuhkan janji yang panjang. Mereka hanya ingin didengar dan diperjuangkan." tutup Sukro.
(*)

