
Personel Polsek Tambora, Polres Bima, mengamankan terduga pelaku KDRT berinisial WYP setelah menyerahkan diri melalui keluarganya ke Mako Polsek Tambora, Sabtu malam (14/6/2026).
Bima, KabarNTB - Setelah menjadi buronan selama kurang lebih 24 jam, terduga pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berinisial WYP (23) akhirnya menyerahkan diri melalui keluarganya ke Mako Polsek Tambora, Sabtu malam (14/6/2026) sekitar pukul 22.00 WITA. Sebelumnya, pria asal Desa Labuhan Kananga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima ini diduga membacok istrinya sendiri menggunakan parang hingga melukai lengan kanan sang korban.
Dipicu Permintaan Uang untuk Tramadol
Peristiwa penganiayaan terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 05.00 WITA. WYP diduga meminta uang kepada istrinya, DR (29), untuk membeli pil tramadol. Korban menolak karena waktu masih terlalu pagi. Penolakan itu memantik pertengkaran — dan dalam kondisi emosi, WYP diduga mengambil sebilah parang dan menyerang korban hingga menyebabkan luka bacok pada lengan kanan.
Usai melancarkan serangan, WYP langsung melarikan diri. Personel Polsek Tambora yang menerima laporan segera menuju lokasi dan mengevakuasi korban DR ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan medis.
Diburu 24 Jam, Menyerah Lewat Keluarga
Kapolres Bima, AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, melalui Kasat Reskrim IPTU Ghufron Subeki, membenarkan bahwa terduga pelaku kini telah diamankan.
"Terduga pelaku diserahkan oleh keluarganya ke Mako Polsek Tambora pada Sabtu malam (14/6/2026) sekitar pukul 22.00 WITA." kata Ghufron.
Kapolsek Tambora, IPTU Suhadak, menjelaskan bahwa WYP sempat menjadi target pengejaran intensif sebelum akhirnya memilih menyerahkan diri.
"Yang bersangkutan sempat menjadi target pengejaran personel Polsek Tambora setelah diduga membacok istrinya sendiri. Kini pelaku telah diamankan dan sedang menjalani proses hukum lebih lanjut." ujarnya.
WYP kini ditahan di Mapolsek Tambora untuk menjalani pemeriksaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Tambora dilaporkan tetap kondusif pascakejadian.
(*)
