Bima, KabarNTB - Hari kedua Selasa Menyapa di Kecamatan Ambalawi, Kamis (4/6/2026), berlangsung lebih padat dari sebelumnya. Bupati Bima Ady Mahyudi yang didampingi Ketua TP PKK Ny. Murni Suciyanti, Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, SE., dan jajaran pejabat eselon II dan III Pemkab Bima, memulai hari dengan Senam Sehat bersama masyarakat, siswa, dan pengurus organisasi wanita di Lapangan Desa Rite.
Gotong Royong Rabat Gang, Bupati Turun Tangan Langsung
Selepas senam, Bupati dan rombongan bergerak menuju Dusun Sonco Kahoro, Desa Rite, untuk ikut serta dalam gotong royong rabat gang bersama masyarakat setempat — sebuah langkah simbolis yang mempertegas kehadiran pemerintah daerah secara langsung di tengah warga.
Puluhan Stand Pelayanan Publik Hadir di Dua Desa
Rombongan kemudian menyisir berbagai stand pelayanan yang disiapkan lintas perangkat daerah. Di SDN Inpres 2 Rite, masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan, Posyandu, KB gratis, dan sunatan massal gratis. Dinas Sosial juga hadir memberikan pelayanan pengusulan BPJS, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta pengaduan bantuan sosial.
Layanan lainnya mencakup pembuatan barcode rekomendasi BBM bersubsidi bagi petani, pelayanan akun Siap Kerja, pendampingan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), konsultasi hubungan industrial dari Disnakertrans, hingga Gerakan Pangan Murah (GPM) dari Dinas Ketahanan Pangan yang membantu masyarakat mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau.
Kemudahan administrasi kependudukan juga hadir melalui layanan Dinas Dukcapil Kabupaten Bima di Kantor Desa Rite dan Kole, meliputi e-KTP, kartu keluarga, dan dokumen kependudukan lainnya.
240 Pohon Ditanam, Prasasti Selasa Menyapa Dipasang
Di Lapangan Perjuangan Rite, Bupati melakukan penanaman pohon secara simbolis dari total 240 pohon yang akan tersebar di Desa Rite dan Desa Kole sebagai bagian dari program penghijauan dan pelestarian lingkungan daerah.
Seluruh rangkaian Selasa Menyapa di Kecamatan Ambalawi ditutup dengan pemasangan Prasasti Selasa Menyapa di kantor kedua desa — menandai kehadiran nyata pemerintah daerah dan menjadi pengingat permanen bagi masyarakat bahwa program ini bukan sekadar kunjungan seremonial.
(*)

