Mataram, KabarNTB - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menerima kunjungan Duta Besar Oman untuk Indonesia, Mohamed Ahmed Salim, di Ruang Kerja Gubernur NTB, Kamis (18/6/2026). Pertemuan ini menjadi ajang pemaparan peluang investasi unggulan NTB di tiga sektor strategis: energi terbarukan, pariwisata premium, dan hilirisasi kelautan-perikanan.
Hadir mendampingi Gubernur, Kepala Dinas ESDM, Kepala DPMPTSP, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, mencerminkan keseriusan Pemprov NTB dalam menghadirkan iklim investasi yang terintegrasi bagi investor internasional.
Green Energy: Surya, Angin, dan Terapung
Di sektor energi, NTB menawarkan sejumlah proyek green energy yang siap dikembangkan. Di antaranya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Sengkol, Lombok Tengah, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Jerowaru, Lombok Timur, serta pengembangan PLTS terapung dan pembangkit listrik tenaga air skala kecil yang memanfaatkan bendungan-bendungan daerah. Seluruh proyek didukung potensi sumber daya alam yang melimpah dengan risiko investasi yang relatif rendah.
Pariwisata Premium di Kawasan Strategis Nasional
Sektor pariwisata tak kalah menarik. Pemprov NTB mempromosikan pengembangan akomodasi premium di sejumlah kawasan prioritas: Pantai Kerakas dengan destinasi Tujuh Mata Air Bawah Laut (Seven Spring Under Sea), Gili Gede, Mauktika Mandalika, dan Kuta Heights. Kawasan-kawasan ini didukung status strategis nasional, kesiapan lahan, dan komitmen kemudahan perizinan bagi investor.
Hilirisasi Kelautan: Dari Rumput Laut hingga Cold Storage
Peluang investasi juga terbuka lebar di sektor kelautan dan perikanan. NTB menawarkan pengembangan komoditas unggulan seperti rumput laut, lobster, dan ikan air tawar, hilirisasi industri garam di Pulau Sumbawa, serta pembangunan pusat pascapanen dan cold storage modern di Pelabuhan Perikanan Soromandi, Teluk Cempi, untuk mendukung ekspor komoditas bernilai tinggi seperti tuna dan cakalang.
Kolaborasi dengan mitra internasional seperti Oman diharapkan tidak hanya menghadirkan aliran investasi baru, tetapi juga mempercepat pengembangan energi bersih, memperkuat daya saing pariwisata, dan mendorong hilirisasi sumber daya kelautan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi NTB yang inklusif dan berkelanjutan.
(*)

