Denpasar, KabarNTB - Kota Bima kembali membawa nama daerah ke pentas nasional. Dalam malam Dinner dan Pentas Seni Budaya Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV APEKSI Tahun 2026 di Prama Sanur Beach, Denpasar, Bali, Jumat malam (22/5/2026), penampilan fashion show tenun khas Bima yang dipadukan dengan Rimpu Mantika sukses menyedot perhatian seluruh tamu undangan yang hadir.
Wakil Wali Kota Bima hadir langsung dalam kegiatan tersebut, didampingi Ketua GOW Kota Bima Jumriah Feri Sofiyan, Plt. Asisten I Setda Kota Bima Hj. Suharni, SE., serta sejumlah kepala OPD termasuk Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Koperindag, dan Kepala Dinas Pariwisata.
Tampil di Antara Sembilan Kota, Bima Jadi Sorotan
Malam budaya yang diawali penampilan Gus Teja World Music itu menampilkan pertunjukan seni dari sembilan kota peserta: Denpasar, Pasuruan, Mojokerto, Mataram, Malang, Kupang, Probolinggo, Kediri, dan Kota Bima. Di antara deretan kota tersebut, penampilan Kota Bima mencuri perhatian tersendiri.
Corak tenun Bima yang sarat filosofi budaya dipresentasikan secara elegan di atas panggung internasional, sementara Rimpu Mantika — busana khas perempuan Bima yang merefleksikan nilai adat dan religiusitas — menegaskan kekayaan identitas lokal yang terus hidup di tengah modernisasi.
Promosi Budaya Sekaligus Dorong Ekonomi Kreatif
Penampilan tersebut bukan sekadar pertunjukan estetika. Keikutsertaan Kota Bima menjadi media promosi budaya daerah sekaligus dukungan nyata terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM Kota Bima di tingkat nasional.
Di luar panggung seni, Pemerintah Kota Bima juga berpartisipasi dalam Denpasar City Expo 2026 melalui Stand Kota Bima yang menampilkan beragam produk unggulan daerah — mulai dari tenun khas Bima dengan berbagai motif, hasil kerajinan lokal, produk UMKM, hingga makanan khas daerah.
Melalui forum bergengsi ini, Kota Bima menyampaikan pesan kuat kepada Indonesia: warisan budaya lokal bukan hanya simbol tradisi yang tersimpan dalam arsip, tetapi kekuatan hidup yang terus berkembang dan layak diperkenalkan ke pentas yang lebih luas.
(*)

