![]() |
| Suasana sepi di kawasan Taman Ria, Kota Bima, pasca-penutupan akses jalan untuk proyek kolam retensi. Pedagang kue dan es kelapa mengeluh omzet turun drastis karena pembeli hilang. |
Kota Bima, KabarNTB - Penutupan akses jalan di kawasan Taman Ria, Kota Bima, untuk keperluan proyek kolam retensi berdampak signifikan terhadap pendapatan para pedagang setempat. Mereka mengaku omzet merosot tajam, bahkan ada yang merugi hingga Rp600 ribu per hari karena pembeli hampir tidak ada yang melintas.
Akses Tertutup, Pembeli Hilang
Ida Berlian, pemilik warung kue, mengungkapkan bahwa sejak jalan di depan tokonya ditutup, dagangan kue basah seringkali basi dan terpaksa dibuang. Ia biasanya berjualan dari pagi hingga pukul 12.00 Wita, dan dagangan relatif habis. Namun kini, dari pagi hingga sore, nyaris tidak ada warga yang melintas.
“Kue kering masih bisa bertahan dua sampai tiga hari. Tapi kue basah hanya satu hari. Kalau tidak laku, basi dan akhirnya dibuang. Sekarang dari pagi sampai sore sudah tidak ada yang lalu lalang. Otomatis pembeli juga tidak ada,” ujar Ida, Senin (11/5/2026).
Ia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp600 ribu per hari sejak akses ditutup. Ia berharap proyek tetap memperhatikan akses masyarakat dan pelaku usaha kecil, setidaknya membuka satu sisi jalan agar warga masih bisa melintas.
Pedagang Es Kelapa Juga Terdampak
Keluhan serupa disampaikan Fatimah, pedagang es kelapa di lokasi yang sama. Ia mengaku penjualannya turun drastis karena tidak ada pembeli. Padahal sebelumnya dagangannya hampir selalu habis setiap hari.
“Biasanya jualan habis. Sekarang tidak laku karena jalan sudah ditutup,” ujarnya.
Para pedagang berharap pemerintah daerah dan pelaksana proyek dapat segera mencari solusi agar aktivitas usaha kecil tetap bisa berjalan selama pengerjaan infrastruktur tersebut.
(*)

