
Setelah empat kali berkontestasi dalam Pilkada di wilayah Bima, Ady Mahyudi akhirnya memenangkan Pilkada Kabupaten Bima 2024 bersama wakilnya dr. H. Irfan Zubaidy dengan perolehan 56,62 persen suara.
Bima, KabarNTB - Perjalanan politik Ady Mahyudi menuju kursi Bupati Bima bukan jalan mulus yang ditempuh sekali jalan. Butuh hampir dua dekade, empat kontestasi pilkada, dan keteguhan luar biasa sebelum akhirnya ia berdiri sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bima mulai 2025.
Lahir di Bima, Sekolah di Yogyakarta
Ady Mahyudi lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 8 Maret 1970. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN 8 Raba (1976–1982), dilanjutkan ke SMPN 1 Kota Bima (1982–1985), dan menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMAN 9 Yogyakarta (1985 - 1988). Pengalaman bersekolah di Yogyakarta dinilai ikut membentuk karakter dan wawasan politiknya yang lebih luas.
Selepas pendidikan, Ady aktif di dunia organisasi dan merintis karier politik melalui Partai Amanat Nasional (PAN). Saat ini ia juga menjabat sebagai Sekretaris DPW PAN Nusa Tenggara Barat untuk masa bakti 2025–2030.
Empat Kali Berlaga, Tiga Kali Kalah
Rekam jejak Ady dalam arena pilkada di wilayah Bima panjang dan berliku. Pada 2008, ia maju sebagai Calon Wakil Wali Kota Bima berpasangan dengan H. Zainul Arifin, namun kalah dari HM. Nur A. Latif. Tahun 2015, ia mencoba peruntungan sebagai Calon Bupati Bima, tetapi kembali kalah dari Indah Dhamayanti Putri. Pada 2020, ia maju lagi sebagai Calon Wakil Bupati, dan kembali kalah dari pasangan yang didukung Golkar.
Tiga kekalahan beruntun tidak memadamkan semangatnya. Justru konsistensi dan kedekatan Ady dengan masyarakat terus memupuk simpati publik yang menginginkan perubahan di Kabupaten Bima.
Kemenangan 2024: Titik Balik Setelah Dua Dekade
Pada Pilkada Kabupaten Bima 2024, Ady Mahyudi akhirnya meraih kemenangan. Berpasangan dengan dr. H. Irfan Zubaidy dari PKS, ia mengalahkan Muhammad Putera Ferriyandi, putra mantan Bupati Indah Dhamayanti Putri yang saat itu menjabat Ketua DPRD Kabupaten Bima, dengan perolehan 167.668 suara atau 56,62 persen dari total suara sah.
Kemenangan itu sekaligus menjadi pesan kuat dari masyarakat Kabupaten Bima bahwa mereka menginginkan pergantian haluan kepemimpinan. Ady dikenal sebagai sosok yang merakyat, dengan jargon perubahan yang ia usung untuk melawan hegemoni kekuasaan sebelumnya.
Apa yang Sudah Berubah di Bawah Ady-Irfan?
Sejak dilantik sebagai Bupati Bima periode 2025–2030, pasangan Ady Mahyudi dan Irfan Zubaidy mulai menjalankan sejumlah program prioritas. Di bidang ekonomi, Pemkab Bima mendorong hilirisasi peternakan unggas bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan BUMN Danantara, sekaligus memperkuat sektor pertanian melalui program bantuan modal dan alsintan bagi petani.
Di bidang tata kelola keuangan, Kabupaten Bima berhasil meraih penghargaan Kemendagri Awards 2026 kategori Pengendalian Inflasi Terbaik II se-Nusa Tenggara dan Maluku, dengan dana apresiasi Rp2 miliar. Angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan drastis dari 2,04 persen (2024) menjadi hanya 0,41 persen (2025), sementara capaian penurunan stunting melampaui target, dari 17,33 persen menjadi 12,22 persen.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih membayangi. Keterlambatan pembayaran gaji ribuan PPPK Paruh Waktu sempat memantik protes, infrastruktur jalan di berbagai kecamatan masih menjadi keluhan warga, dan persoalan keamanan seperti maraknya peredaran narkoba serta kasus kekerasan masih memerlukan perhatian serius.
Perjalanan dua tahun pertama kepemimpinan Ady-Irfan masih panjang. Bagi warga Kabupaten Bima, kemenangan di kotak suara hanyalah awal, pembuktian sesungguhnya ada pada setiap kebijakan dan program yang benar-benar menyentuh kehidupan rakyat di akar rumput.
(*)
