Bima, KabarNTB - Penemuan mayat seorang remaja di ladang kacang kedelai Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Senin (18/5/2026) pagi, berhasil diungkap sebagai kasus pembunuhan dalam waktu singkat. Kolaborasi apik antara Satreskrim Polres Bima Kabupaten Polda NTB dan Polsek Bolo menghasilkan penangkapan terduga pelaku hanya beberapa jam setelah jenazah ditemukan.
Ditemukan Warga, Dua Hari Tak Pulang ke Rumah
Jenazah berinisial TJ (15), warga Desa Tambe, pertama kali ditemukan oleh seorang warga berinisial H.AF (70) pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 08.00 WITA. Melihat sosok mayat yang belum diketahui identitasnya tergeletak di tanah dengan sandal di sampingnya, H.AF langsung melaporkan kepada pemerintah desa setempat dan pihak Kepolisian Sektor Bolo.
Kapolsek Bolo Iptu Sofian Hidayat, S.Sos., didampingi Kanit Reskrim Aiptu Rahmi dan anggota opsnal Satreskrim langsung bergerak menuju TKP. Sekitar pukul 10.00 WITA, jenazah dibawa ke Puskesmas Bolo untuk visum. Identitas korban kemudian terungkap sebagai TJ, warga Desa Tambe. Menurut keterangan orang tua korban, TJ tidak pulang ke rumah selama dua hari terakhir sebelum ditemukan.
Sempat Terlihat Bersama Terduga Pelaku
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, petugas mendapatkan informasi bahwa sebelum ditemukan meninggal, korban sempat terlihat bersama ML (25), yang juga merupakan warga Desa Tambe. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti. Tim gabungan kemudian memperoleh petunjuk bahwa terduga pelaku berada di salah satu rumah kerabatnya di Desa Bolo, Kecamatan Madapangga.
Tanpa membuang waktu, Kapolsek didampingi Kanit Reskrim bergerak menuju lokasi. Tepat pukul 12.00 WITA, petugas menggerebek dan mengamankan terduga pelaku tanpa perlawanan. Dari hasil interogasi awal, ML mengakui perbuatannya.
Terduga pelaku kemudian digelandang ke Mapolres Bima Kabupaten untuk diproses hukum lebih lanjut. Hal ini disampaikan Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., MH., melalui Kasat Reskrim Ghufron Subeki, SH.
Motif Masih Diselidiki
Kasat Reskrim Polres Bima Kabupaten, Iptu Ghufron Subeki, SH., menyatakan bahwa motif di balik tindakan terduga pelaku hingga kini masih dalam pemeriksaan intensif.
"Kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif." tutupnya.
(*)

