Kota Bima, KabarNTB - Pemerintah Kota Bima dan Badan Pusat Statistik (BPS) resmi meluncurkan Program Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) di Aula Maja Labo Dahu, Rabu (15/4/2026). Program ini menjadi tonggak awal pembangunan budaya sadar data di tingkat kelurahan, dengan Kelurahan Ntobo, Rabadompu Timur, dan Rabangodu Utara di Kecamatan Raba sebagai lokus utama tahun ini.
Kelurahan Bukan Lagi Objek, Tapi Produsen Data
Wali Kota Bima, A. Rahman H. Abidin, menegaskan bahwa era pembangunan berbasis intuisi harus ditinggalkan. Data yang akurat, katanya, adalah kompas yang menentukan arah setiap kebijakan — mulai dari penentuan penerima bantuan sosial hingga efektivitas program pemerintah di lapangan.
"Pemerintah Kota Bima menyambut baik program ini karena sangat bermanfaat untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan riil masyarakat. Pembangunan modern tidak bisa lagi berjalan tanpa data yang akurat."
Ia menyebut Kota Bima masih menghadapi sejumlah tantangan nyata: pertumbuhan penduduk, kebutuhan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan berbasis wilayah, dan pemerataan pelayanan publik hingga tingkat kelurahan. Semua persoalan itu, menurutnya, hanya bisa dijawab dengan data berkualitas.
Wali Kota juga menegaskan perubahan peran kelurahan yang tidak lagi sekadar objek pembangunan, melainkan turut berfungsi sebagai produsen data bagi perencanaan daerah.
"Tanpa data, kebijakan hanya asumsi. Dengan data, kebijakan menjadi solusi."
Masuki Tahun Keenam, Agen Statistik Kelurahan Disiapkan
Kepala BPS Kota Bima, Tuti Juhaeti, menjelaskan bahwa Program Kelurahan Cantik telah berjalan sejak 2021 dan kini memasuki tahun keenam pelaksanaannya. Pada 2026, pembinaan difokuskan di Kecamatan Raba dengan tiga kelurahan sebagai sasaran utama.
Masing-masing kelurahan telah mendelegasikan beberapa orang sebagai agen statistik yang akan dibina untuk meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan data lokal.
"Kami mengapresiasi komitmen kelurahan yang telah menyiapkan agen statistik. Ini menjadi langkah penting dalam membangun sistem data yang kuat di tingkat lokal."
Tuti menekankan pentingnya sinergi semua pihak — mulai dari Bappeda, Dinas Kominfotik, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan — agar program ini berjalan optimal dan berkelanjutan.
"Kami berharap seluruh perangkat kelurahan dapat bersama-sama membangun budaya sadar data, karena data yang berkualitas adalah fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan."
Melalui program ini, Pemerintah Kota Bima menargetkan setiap kelurahan ke depannya memiliki "rumah data" sebagai pusat pengelolaan informasi pembangunan — sebuah langkah ambisius menuju perencanaan yang lebih efektif, efisien, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
(*)

