Kota Bima, KabarNTB - Pemerintah Kota Bima terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pembentukan dan pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di seluruh wilayah. Juru Bicara Pemkot Bima sekaligus Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima, Drs. Muhammad Hasyim, mengungkapkan bahwa sejak April 2025 hingga 2026, tercatat 41 KKMP telah terbentuk dan seluruhnya telah memiliki Badan Hukum (BH).
Didukung APBD Provinsi dan Kota, 342 Pengurus Terlibat
Muhammad Hasyim menjelaskan bahwa pembentukan koperasi ini didukung pendanaan melalui APBD Provinsi dan APBD Kota Bima sebagai bentuk komitmen pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi. Dari 41 koperasi yang terbentuk, terdapat sekitar 342 orang pengurus dan pengawas yang terlibat dalam pengelolaan KKMP di berbagai kelurahan.
“Seluruh koperasi tersebut telah memiliki Badan Hukum dan didukung pendanaan melalui APBD Provinsi serta APBD Kota Bima,” ujar Muhammad Hasyim, Kamis (5/3/2026).
Per Kecamatan: Raba Terbanyak, Sebagian Besar Masih Belum Aktif
Berikut rincian perkembangan KKMP per kecamatan:
- Kecamatan Rasanae Barat: 6 koperasi, seluruhnya belum aktif.
- Kecamatan Asakota: 6 koperasi, 1 aktif, 5 belum aktif.
- Kecamatan Raba: 11 koperasi, 2 aktif, 9 belum aktif.
- Kecamatan Mpunda: 10 koperasi, 2 aktif, 8 belum aktif.
- Kecamatan Rasanae Timur: 8 koperasi, 1 aktif, 7 belum aktif.
Secara keseluruhan, 6 koperasi telah aktif menjalankan usaha secara mandiri dan melakukan rekrutmen anggota. Sebanyak 8 KKMP telah memenuhi persyaratan lahan untuk pembangunan Gerai (Gray) sebagai pusat kegiatan usaha, dan 1 koperasi di Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur sedang dalam proses pembangunan gerai.
Pembinaan Berkelanjutan Menuju Koperasi Mandiri
Pemerintah Kota Bima melalui perangkat daerah terkait terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada seluruh KKMP, meliputi aspek kelembagaan, manajemen usaha, hingga penguatan permodalan dan jaringan pemasaran.
“Pembinaan dilakukan dari sisi kelembagaan, manajemen usaha, hingga penguatan permodalan dan jaringan pemasaran. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan,” jelas Muhammad Hasyim.
Pemkot Bima berkomitmen mendukung pengembangan koperasi melalui program pemberdayaan agar KKMP dapat tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang mandiri, profesional, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai pilar utama perekonomian daerah.
(*)

