
Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, mengikuti salat Isya dan Tarawih berjamaah dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Jumat malam (27/2/2026).
Kota Bima, KabarNTB – Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, mengikuti salat Isya dan Tarawih berjamaah dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi Pemerintah Kota Bima, yang memasuki hari ketiga pelaksanaan. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al-Falah, Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Jumat malam (27/2/2026).
Dalam kegiatan itu, Feri Sofiyan didampingi Sekretaris Daerah Kota Bima, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Bima. Hadir pula Ketua Baznas Kota Bima, MUI Kota Bima, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Kelurahan Sarae terhadap rombongan Pemerintah Kota Bima.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara umara dan ulama dalam membangun daerah.
“Antara umara dan ulama harus selalu bergandengan tangan, seiring sejalan dalam membangun daerah Kota Bima tercinta, sehingga tercipta masyarakat dan daerah yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” ujarnya.
Feri mengungkapkan, Safari Ramadan tahun ini menjadi Ramadan kedua sejak ia bersama Wali Kota Bima dilantik pada Februari 2025 di Istana Negara oleh Presiden Republik Indonesia.
Namun, ia tidak menampik bahwa 2026 menjadi tahun yang berat bagi kepemimpinan mereka. Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak langsung pada pemangkasan dana transfer daerah.
“Tahun 2026 ini tahun berat bagi saya dan Wali Kota Bima. Akibat kebijakan efisiensi ini, dana transfer kita dipangkas lebih kurang Rp300 miliar. Ditambah lagi kami harus mengakomodir tenaga honorer yang telah lama mengabdi melalui pengangkatan PPPK, yang juga menyita anggaran besar,” ungkapnya.
Menurut dia, kondisi tersebut perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat memahami situasi fiskal yang sedang dihadapi pemerintah daerah.
“Keadaan ini harus kami sampaikan agar tidak ada dusta di antara kita. Supaya masyarakat mengetahui bahwa pemerintah saat ini bekerja dengan transparan, walau di tengah situasi serba terbatas,” tegasnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Feri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu mendukung kebijakan pemerintah demi kemajuan daerah.
Ia menegaskan, inovasi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kunci untuk mewujudkan visi Kota Bima Maju Bermartabat.
“Kami berdua tidak bisa bekerja sendiri. Kami hanya memiliki dua tangan dan keterbatasan sebagai manusia biasa. Kami butuh kerja sama dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Kota Bima,” tandasnya.
(*)
