![]() |
| Kondisi Museum Samparaja Bima yang diunggah oleh Dewi Ratna Muchlisa di akun Facebooknya. |
Kota Bima, KabarNTB - Museum Samparaja Bima untuk sementara waktu menghentikan seluruh aktivitas layanan publik. Keputusan ini diambil setelah terjadi insiden yang membuat pengelola harus mengevakuasi naskah serta koleksi bersejarah demi menjaga keselamatan aset budaya daerah.
Pengelola museum, Dewi Ratna Muchlisa, menyampaikan bahwa penutupan tersebut merupakan langkah darurat. Museum yang selama ini menjadi ruang edukasi, penelitian, dan kreativitas generasi muda itu dinilainya bukan sekadar bangunan, melainkan bagian dari jiwa dan pengabdiannya terhadap sejarah Bima.
Penjagaan Penuh Dedikasi Terhadap Warisan Sejarah
Dalam keterangannya, Dewi menuturkan bahwa selama ini ia menjaga museum dengan sepenuh hati, mulai dari hal-hal kecil hingga urusan besar yang berkaitan dengan keselamatan koleksi dan bangunan.
“Samparaja Bima museum ini merupakan jiwa dan ekspresi saya. Saya menjaganya sepenuh jiwa dan raga, pagi, siang, dan malam. Menjaganya seperti seorang ibu menjaga anaknya dengan kasih dan sayang,” ujar Dewi Ratna Muchlisa.
Ia menjelaskan, museum tersebut selama ini berfungsi sebagai ruang pembelajaran sejarah, pusat edukasi bagi anak-anak dan remaja, serta tempat rujukan bagi peneliti dari dalam maupun luar negeri yang ingin memahami peradaban Bima.
Koleksi Aman, Museum Ditutup Sementara
Dewi memastikan seluruh naskah kuno dan benda bersejarah yang tersimpan di Museum Samparaja Bima dalam kondisi aman. Seluruh koleksi telah dievakuasi untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
“Alhamdulillah, naskah dan barang-barang museum aman dan sudah dievakuasi. Namun untuk sementara, dengan berat hati, museum kami tutup,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa insiden tersebut diduga terjadi akibat akses dari area belakang bangunan yang tertimpa pohon dari bagian atas. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi pengelola, terlebih museum tersebut selama ini menjadi ruang pengabdian dan dedikasi penuh terhadap pelestarian sejarah.
Harapan Perlindungan Serius untuk Cagar Budaya
Penutupan sementara Museum Samparaja Bima menjadi pengingat pentingnya perhatian dan perlindungan serius terhadap situs budaya dan sejarah daerah. Dewi berharap ke depan ada dukungan nyata dari berbagai pihak agar museum dapat kembali dibuka dan menjalankan fungsinya sebagai pusat edukasi dan pelestarian jati diri Bima.
Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan museum tersebut akan kembali dibuka untuk umum.
(*)

