
Mobil pemadam kebakaran saat memadamkan api di lokasi kebakaran, Minggu (01/02/2026).
Bima, KabarNTB — Kebakaran melanda permukiman warga di Desa Renda, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, pada Minggu, 1 Februari 2026, sekitar pukul 15.30 WITA. Peristiwa ini menghanguskan delapan unit rumah panggung 12 tiang, dengan rincian lima rumah terbakar rata dengan tanah dan tiga rumah mengalami kerusakan ringan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 810 juta, terdiri dari kerusakan berat pada lima rumah beserta isinya senilai sekitar Rp 800 juta dan kerusakan ringan pada tiga rumah sekitar Rp 10 juta.
Diduga Akibat Korsleting Listrik
Berdasarkan keterangan di lapangan, kebakaran diduga dipicu hubungan arus pendek listrik di rumah salah satu warga. Api dengan cepat menjalar karena kepadatan bangunan dan material rumah yang mudah terbakar.
“Api diduga berasal dari konsleting listrik di dalam rumah warga, kemudian dengan cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya,” ujar sumber di lokasi kejadian.
Upaya Pemadaman dan Respons Petugas
Sekitar 10 menit setelah api membesar, aparat dan warga setempat melakukan pemadaman awal dengan peralatan seadanya. Babinsa Koramil 1608-04/Woha tiba di lokasi sekitar pukul 15.50 WITA untuk membantu evakuasi dan pemadaman.
Tak lama berselang, lima unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Bima serta kecamatan Belo, Palibelo, dan Monta dikerahkan. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 16.50 WITA, dan situasi dinyatakan aman serta kondusif pada pukul 17.00 WITA.
Daftar Rumah Terdampak
Korban terdampak kebakaran mayoritas berprofesi sebagai petani dan berdomisili di RT 04/RW 02 Desa Renda. Lima rumah yang terbakar habis antara lain milik Nasution (65), H. Alwi (67), H. Wilu (63), Misna (65), dan Hj. Hadijah (78). Sementara tiga rumah yang mengalami kerusakan ringan masing-masing milik Khairul (35), Adnan (65), dan Bilal Algajali (45).
Imbauan dan Tindak Lanjut
Pascakejadian, aparat mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik, terutama di rumah panggung dengan konstruksi kayu. Pemerintah desa juga diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk penyaluran bantuan dan santunan bagi para korban.
“Diharapkan pemerintah desa berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar korban kebakaran mendapatkan bantuan yang layak,” kata sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pendataan lanjutan dan penanganan pascakebakaran masih dilakukan oleh pihak terkait.
(*)




.png)