
AKBP Mubiarto Banu Kristanto
Bima, KabarNTB - Estafet kepemimpinan di Polres Bima Kota resmi berganti. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Kasat PJR Ditlantas Polda NTB, AKBP Mubiarto Banu Kristanto, untuk menahkodai korps Bhayangkara di wilayah tersebut. Penunjukan ini sekaligus mengakhiri masa transisi setelah pejabat sebelumnya tersandung skandal besar.
Mubiarto hadir menggantikan AKBP Didik Putra Kuncoro yang didepak dari kursinya akibat terjerat kasus peredaran gelap narkotika. Konfirmasi mengenai pergantian pucuk pimpinan ini dibenarkan oleh Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Bima Kota, AKBP Hariyanto, pada Sabtu malam, 28 Februari 2026.
"Iya benar," ucap Hariyanto singkat saat dikonfirmasi mengenai terbitnya surat penunjukan tersebut.
Mutasi Berdasarkan Telegram Kapolri
Keputusan strategis ini tertuang dalam Surat Telegram (ST) Kapolri nomor ST/440/II/KEP./2026 yang diterbitkan pada Jumat, 27 Februari 2026. Dalam beleid telegram tersebut, posisi Mubiarto yang sebelumnya menjaga lalu lintas di jalan raya kini berpindah untuk memulihkan stabilitas keamanan dan ketertiban di Bima Kota.
Sementara itu, nasib Didik Putra Kuncoro kian terpuruk. Usai ditetapkan sebagai tersangka dalam pusaran sindikat narkoba yang melibatkan bandar Koko Erwin, ia kini dimutasi sebagai Perwira Menengah (Pamen) Pelayanan Markas (Yanma) Polri dalam rangka menjalani proses hukum lebih lanjut.
Ujung Drama Pelaksana Harian
Penunjukan definitif ini sekaligus menghentikan bongkar pasang jabatan sementara yang sempat terjadi selama sepekan terakhir. Sebagaimana diketahui, kekosongan kursi Kapolres sebelumnya diisi oleh sejumlah pejabat sementara guna menjaga operasional institusi tetap berjalan.
Kapolda NTB, Irjen Edy Murbowo, awalnya sempat memercayakan posisi Plh kepada AKBP Catur Erwin Setiawan. Namun, jabatan tersebut hanya bertahan singkat sebelum akhirnya beralih ke tangan Wakil Komandan Satuan (Wadansat) Brimob Polda NTB, AKBP Hariyanto, hingga turunnya keputusan resmi dari Mabes Polri.
Penunjukan AKBP Mubiarto diharapkan mampu mengembalikan citra Polri di Bima Kota yang sempat tercoreng akibat dugaan perlindungan terhadap jaringan narkoba. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen "bersih-bersih" internal yang tengah digalakkan oleh pimpinan Polri pasca-terungkapnya keterlibatan oknum dalam peredaran sabu di wilayah hukum NTB.
(*)
