![]() |
| Tim SAR gabungan melakukan pencarian di perairan Pantai Poto Batu, Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (24/2/2026). Foto: Dok. Kantor SAR Mataram |
Sumbawa Barat, KabarNTB - Upaya pencarian Elvan Torik Atalaska (2 tahun), balita yang dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Poto Batu, Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), masih terus dilakukan hingga Selasa (24/2/2026). Memasuki hari keempat, Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian dengan mengoptimalkan penyisiran laut dan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.
Kronologi: Bermain di Pantai, Sekejap Tak Terlihat
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, melalui Koordinator Pos SAR Sumbawa Kurais menjelaskan bahwa laporan awal diterima dari Kepala Bidang BPBD KSB Amrullah pada Sabtu malam (21/2/2026). Peristiwa nahas bermula pada Sabtu (21/2) sekitar pukul 14.00 WITA saat korban datang bersama keluarganya berwisata di pantai.
Sekitar pukul 15.00 WITA, keluarga menyadari korban sudah tidak terlihat di sekitar bibir pantai. Diduga, korban terseret ombak saat berada di area perairan. Keluarga dan warga setempat sempat melakukan pencarian manual di sepanjang garis pantai dan perairan dangkal, namun hingga malam hari belum membuahkan hasil. Situasi yang semakin gelap dan kondisi ombak dinamis membuat pencarian terbatas, sehingga bantuan SAR resmi diminta.
“Begitu menerima informasi, kami langsung mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Sumbawa menuju lokasi kejadian menggunakan rescue car dan membawa peralatan SAR air untuk mendukung operasi pencarian,” ujar Kurais.
Strategi Pencarian: Penyisiran Terukur dan Penyelaman
Memasuki hari keempat, strategi pencarian difokuskan pada analisis arah arus dan kemungkinan pergerakan korban dari titik awal kejadian. Tim melakukan penyisiran menggunakan perahu karet (rubber boat) di permukaan laut, pengamatan visual dari atas perairan, serta penyelaman pada titik-titik yang dinilai berpotensi.
“Kami melakukan pencarian dengan pola penyisiran terukur berdasarkan perhitungan arus dan angin. Selain pemantauan di permukaan, tim penyelam juga dikerahkan untuk memeriksa area sekitar lokasi yang diduga menjadi titik terakhir korban terlihat,” jelas Kurais.
Ia menambahkan, koordinasi antarunsur terus diperkuat guna memastikan efektivitas operasi di lapangan. Tim SAR Gabungan yang terlibat terdiri dari Pos SAR Sumbawa, BPBD KSB, Brimob Kompi B Yon Pelopor, Polsek Taliwang, Koramil Taliwang, TNI AL Sumbawa, Polairud Maluk, Polairud Poto Tano, PT Aman, serta masyarakat setempat.
Hingga Hari Keempat, Korban Masih Belum Ditemukan
Hingga Selasa (24/2), korban masih belum ditemukan. Tim SAR memastikan operasi pencarian akan terus dilaksanakan secara maksimal dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan.
“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin sampai korban ditemukan. Dukungan dari seluruh unsur sangat membantu dalam proses pencarian ini,” tandas Kurais.
Masyarakat dan keluarga korban berharap keajaiban masih mungkin terjadi. Tim SAR gabungan berkomitmen tak akan mengendurkan upaya hingga titik terakhir.
(*)

