![]() |
| Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati Irfan Zubaidy saat menyerahkan bantuan Al-Qur’an secara simbolis di Masjid Jami At-Taqwa, Desa Simpasai. |
Bima, KabarNTB - Agenda rutin tahunan Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Bima kembali bergulir sebagai medium penguat relasi sosial dan spiritual antara pemimpin dengan rakyatnya. Bertempat di Masjid Jami At-Taqwa, Desa Simpasai, Kecamatan Monta, Jumat (27/2), pasangan Bupati Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy hadir menyapa langsung konstituen mereka.
Kehadiran dua pucuk pimpinan daerah ini turut didampingi oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Bima, Murni Suciyanti, serta Ketua GOW, Hj. Anita H. Irfan. Suasana akrab menyelimuti halaman masjid saat rombongan bersama warga setempat melangsungkan ritual buka puasa bersama di bawah langit sore Dana Mbojo.
Medium Komunikasi dan Penguatan Ibadah
Bupati Ady Mahyudi, dalam rangkaian acara yang diawali dengan penyerahan bantuan Mushaf Al-Qur’an kepada Camat Monta, menegaskan bahwa kunjungan ini melampaui batas seremonial birokrasi. Baginya, Ramadhan adalah jembatan komunikasi yang paling efektif untuk menyerap aspirasi sekaligus mengajak warga berefleksi.
"Bulan suci ini adalah momentum terbaik untuk memperbaiki diri. Saya berharap seluruh masyarakat dapat meningkatkan intensitas ibadahnya, memakmurkan masjid, dan menjaga kedamaian di lingkungan masing-masing," ujar Ady dalam pesan religiusnya.
Refleksi Setahun Masa Jabatan
Momentum Safari kali ini terasa berbeda karena bertepatan dengan refleksi satu tahun masa kepemimpinan duet Ady-Irfan. Di hadapan jamaah dan jajaran OPD, Ady mengakui bahwa kompleksitas tantangan pembangunan di Kabupaten Bima memerlukan sinergi kolektif yang kokoh.
"Dalam satu tahun perjalanan pengabdian kami, doa dan dukungan masyarakat adalah kekuatan utama. Kami berharap dukungan ini terus mengalir agar kedepannya kami dapat membawa Kabupaten Bima menjadi lebih baik, sejahtera, dan bermartabat," tambahnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran legislatif, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bima, serta unsur Muspika Kecamatan Monta. Kehadiran para pejabat teras ini dimaksudkan agar setiap persoalan yang muncul di tingkat akar rumput dapat langsung diidentifikasi oleh pemangku kebijakan terkait.
(*)

