
(Foto: Gedung Mi Gacoan/Dok)
Kota Bima, KabarNTB – Pembukaan gerai Mi Gacoan di Kota Bima yang berlangsung meriah pada akhir Desember 2025 ternyata menyisakan persoalan serius. Puluhan karyawan melakukan aksi protes hingga mengamuk setelah mengaku bekerja tanpa menerima gaji sepeser pun sejak restoran tersebut mulai beroperasi. Akibat aksi itu, gerai Mi Gacoan Kota Bima terpaksa ditutup selama dua hari.
Para karyawan menyebut persoalan gaji bukan lagi sekadar keterlambatan, melainkan bentuk pengabaian hak pekerja yang berlangsung berbulan-bulan.
1. Janji Manajemen Tak Pernah Terealisasi
Salah satu karyawan, Mufaris, mengungkapkan kekecewaannya terhadap manajemen. Menurutnya, janji pencairan gaji terus disampaikan, namun tidak pernah terealisasi.
“Manajer selalu bilang hari ini gaji cair, besok cair. Tapi sampai sekarang nihil,” ujar Mufaris saat ditemui di area parkir Mi Gacoan Kota Bima, Selasa (3/2/2026).
Keluhan serupa disampaikan Yeni Suwanti, karyawan lainnya. Ia mengaku telah bekerja hampir dua bulan tanpa menerima upah, meski tetap menjalankan kewajiban kerja secara penuh.
“Kami masuk terus, hampir dua bulan kerja. Saya bolak-balik Wera–Kota Bima, tapi gaji belum juga dibayar,” keluh Yeni.
2. Aturan Ketat, Hak Dasar Diabaikan
Para karyawan menilai ada ironi besar dalam kebijakan perusahaan. Di satu sisi, aturan kerja diterapkan sangat ketat—terlambat satu menit saja langsung dikenakan potongan gaji. Namun di sisi lain, hak paling mendasar berupa upah justru tidak dipenuhi.
Ironisnya lagi, karyawan mengaku diwajibkan membeli seragam kerja secara mandiri. Biaya seragam tersebut disebut akan dipotong sebesar Rp200 ribu dari gaji, sementara gaji itu sendiri tak kunjung diterima.
“Kami disuruh beli seragam dulu, katanya nanti dipotong dari gaji. Masalahnya, gajinya saja tidak pernah dibayar,” ungkap salah satu karyawan.
3. Belasan Karyawan Tak Digaji Sama Sekali
Berdasarkan pengakuan karyawan, sedikitnya 12 orang belum menerima gaji sama sekali sejak mulai bekerja. Sementara sebagian lainnya hanya menerima pembayaran tidak penuh, dengan alasan absensi, sistem internal, hingga evaluasi manajemen.
Kasus ini pun memicu kemarahan dan aksi spontan para karyawan, hingga berujung pada penutupan sementara restoran.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Mi Gacoan Kota Bima belum memberikan keterangan resmi, sementara para karyawan mendesak pemerintah daerah dan Dinas Tenaga Kerja untuk segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.
(*)
