Bima, KabarNTB - Yayasan Al-Faqih mengumumkan dua kebijakan strategis sekaligus dalam momentum Wisuda Mahasiswa STKIP Harapan Bima Angkatan ke-VI: subsidi biaya kuliah S3 sebesar 50 persen bagi seluruh dosen, serta rencana pembangunan gedung perkuliahan empat lantai. Komitmen itu disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan Al-Faqih, Dr. A. Talib, M.A., Ph.D., di hadapan para wisudawan-wisudawati dan tamu undangan dalam Rapat Senat Terbuka yang digelar di Gedung Kurnia, Desa Timu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Rabu (4/11).
Subsidi SPP S3 untuk Seluruh Dosen Tanpa Terkecuali
Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama Yayasan Al-Faqih, termasuk bagi para tenaga pengajar di lingkungan kampusnya. Sebagai wujud nyata komitmen itu, yayasan membuka program subsidi SPP jenjang Doktoral bagi dosen STKIP Harapan Bima yang ingin melanjutkan studi ke S3.
"Bagi dosen yang mau melanjutkan S3, yayasan menyediakan program doktor berupa bantuan 50 persen untuk SPP-nya," ujar Dr. A. Talib.
Kebijakan ini berlaku tanpa pengecualian bagi seluruh dosen, sebagai bagian dari upaya yayasan memperkuat kapasitas akademik tenaga pendidiknya secara sistematis.
Gedung Empat Lantai Siap Dibangun
Tak hanya menyentuh sisi human capital, Yayasan Al-Faqih juga membenahi infrastruktur fisik kampus. Pembangunan gedung empat lantai kini tengah disiapkan guna menunjang kelancaran dan kenyamanan proses belajar-mengajar mahasiswa STKIP Harapan Bima ke depan.
Dr. A. Talib juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bima atas sinergi yang telah terjalin dalam memajukan dunia pendidikan di wilayah Bima.
"Tanpa kerja sama dan pengembangan SDM, daerah tidak akan pernah maju. Perhatian serius dari Pemkab Bima sangat berarti agar SDM Bima tumbuh menjadi SDM unggul yang mampu membangun daerahnya sendiri," tegasnya.
Kelola 27 Kampus Secara Nasional
Dr. A. Talib menjelaskan bahwa di Kabupaten Bima, Yayasan Al-Faqih menaungi dua perguruan tinggi, yaitu STKIP Harapan Bima dan Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah (STES) Bima. Secara nasional, yayasan ini telah mengelola 27 kampus yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dan terus membuka peluang ekspansi institusional ke depannya.
Pesan untuk Para Wisudawan: Wisuda Bukan Garis Akhir
Kepada para lulusan, Dr. A. Talib mengingatkan bahwa prosesi wisuda sejatinya adalah gerbang awal memasuki kehidupan nyata, bukan titik akhir perjalanan belajar. Ia menitipkan lima kunci sukses yang perlu dipegang teguh, yakni niat yang ikhlas, integritas, kedisiplinan, konsistensi, serta keberanian untuk memulai.
"Kesuksesan bukan milik orang yang paling pintar atau paling kaya, melainkan milik mereka yang memiliki tujuan jelas, konsisten, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan. Termasuk memiliki 'kegilaan' dalam hal-hal positif untuk terus berkarya," tuturnya menyemangati para wisudawan-wisudawati.
Dr. A. Talib menutup sambutannya dengan mengajak seluruh civitas academica STKIP Harapan Bima untuk bersama-sama memberikan dukungan penuh demi kemajuan kampus yang berkelanjutan.
(*)

