Bima, KabarNTB - Sebanyak 63 mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah (STES) Harapan Bima resmi menyandang gelar sarjana setelah mengikuti prosesi Wisuda Angkatan ke-IV Program Studi Ekonomi Syariah di Gedung Kurnia, Desa Timu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Kamis (5/11/2026). Di balik selebrasi kelulusan itu, kampus mengumumkan sejumlah langkah ekspansi akademik yang ambisius, mulai dari pembukaan program studi baru hingga hadirnya Program Pascasarjana S2 dengan potongan biaya pendidikan separuhnya.
Wisuda Bukan Sekadar Seremonial
Sidang Terbuka Senat yang dihadiri jajaran senat, pengurus yayasan, orang tua wisudawan, dan tamu undangan itu berlangsung dengan khidmat. Ketua STES Harapan Bima, Dr. Susanto, M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung perjalanan kampus, termasuk Ketua Yayasan Al-Faqih atas dedikasi dalam membuka lapangan kerja dan memajukan pendidikan tinggi di Kabupaten Bima.
Kepada para wisudawan, Dr. Susanto menekankan bahwa toga yang mereka kenakan bukanlah tanda garis akhir, melainkan titik tolak perjuangan sesungguhnya.
"Hari ini adalah momen penting, bukan sekadar bagian dari penyemangat orang tua dan sahabat. Jangan berbangga diri lalu beranggapan bahwa wisuda ini hanyalah bagian dari acara seremonial. Ini adalah pintu awal yang sebenarnya," tegas Dr. Susanto di hadapan puluhan wisudawan.
Ia juga berpesan agar para lulusan menjaga nama baik almamater dan mendedikasikan ilmu yang telah diperoleh untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. STES Harapan Bima sendiri berkomitmen terus menjalin kerja sama strategis guna menunjang kualitas lulusannya ke depan.
Dari Satu Prodi Menuju Kampus yang Lebih Luas
Ketua Yayasan Al-Faqih, Dr. A. Talib, Ph.D., M.A., mengenang perjalanan panjang kampus sejak berdiri pada 2012 yang diwarnai perjuangan keras. Ia menegaskan bahwa visi yayasan harus terus dikejar dengan tetap menjunjung aturan yang berlaku.
Saat ini STES Harapan Bima baru memiliki satu program studi, yakni Ekonomi Syariah. Namun dalam waktu dekat, dua program studi baru segera hadir: Hukum Tata Negara Islam (HTNI) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tidak berhenti di sana, kampus juga menyiapkan prodi Bisnis Pangan Islam dan Pariwisata Halal sebagai bagian dari peta jalan pengembangan akademik jangka menengah.
Program S2 Gratis 50 Persen, Dosen Wajib Tempuh S3
Kabar yang paling disambut antusias oleh para hadirin datang dari pengumuman Dr. A. Talib soal rencana pembukaan Program Pascasarjana S2 Ekonomi Syariah pada tahun depan, disertai insentif keringanan biaya pendidikan yang signifikan.
"Tahun depan langsung dibuka program Pascasarjana untuk program studi Ekonomi Syariah, dan kita gratiskan SPP-nya sebesar 50 persen," ungkap Dr. A. Talib disambut antusias para hadirin.
Kebijakan progresif itu tidak hanya menyasar mahasiswa. Dr. A. Talib juga mewajibkan seluruh dosen STES Harapan Bima untuk melanjutkan studi ke jenjang Strata Tiga (S3) mulai tahun depan. Bagi dosen yang terkendala biaya, yayasan turut memberikan subsidi keringanan SPP sebesar 50 persen, sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualifikasi tenaga pengajar secara menyeluruh.
Serangkaian langkah ekspansif ini memperkuat posisi STES Harapan Bima sebagai lembaga pendidikan tinggi yang terus bertumbuh dan berupaya berkontribusi langsung terhadap kemajuan sumber daya manusia di Kabupaten Bima dan sekitarnya.
(*)

