
Kepala Wilayah BEI NTB Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana saat memaparkan perkembangan pasar modal di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Kota Bima, KabarNTB - Pasar modal di Nusa Tenggara Barat terus menunjukkan geliat yang menggembirakan. Per September 2026, jumlah investor pasar modal NTB telah mencapai 427.315 Single Investor Identification (SID), dengan 101.539 di antaranya merupakan investor saham. Angka ini mencerminkan kesadaran investasi masyarakat yang terus tumbuh, seiring program literasi keuangan yang digencarkan Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTB.
Penetrasi Investor Capai 10,8 Persen dari Pemegang KTP
Dari total populasi NTB yang mencapai 5.815.000 jiwa pada 2026, sebanyak 3.950.000 di antaranya merupakan penduduk pemegang KTP atau berusia 17 tahun ke atas yang masuk kategori calon investor potensial. Dengan jumlah investor pasar modal yang ada saat ini, tingkat penetrasinya tercatat sebesar 10,8 persen dari total pemegang KTP di NTB.
Khusus untuk wilayah Bima, baik Kota Bima maupun Kabupaten Bima, tercatat sebanyak 43.164 SID investor pasar modal yang telah terdaftar. Produk investasi yang paling diminati masyarakat NTB dan Bima meliputi saham, reksa dana, serta Surat Berharga Negara (SBN).
Tangkal Investasi Bodong dan Judi Online Lewat Melek Investasi
Tumbuhnya minat berinvestasi di instrumen yang legal dan terregulasi dinilai membawa dampak positif yang lebih luas. Masyarakat yang memahami investasi diyakini lebih mampu mengenali dan menghindari jebakan investasi bodong, judi online, hingga pinjaman online ilegal yang masih marak menelan korban.
"Masyarakat yang melek investasi secara minimum akan menghindarkan dari potensi menjadi korban aktivitas keuangan ilegal dan terlebih lagi sebagai bekal untuk masa depan yang lebih baik," ujar Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, Kepala Wilayah BEI NTB.
Tujuh Sekuritas Beroperasi, 37 Galeri Investasi Tersebar di NTB
Untuk memperluas jangkauan layanan investasi, Kantor Perwakilan BEI NTB menggandeng tujuh perusahaan sekuritas yang kini telah membuka kantor di wilayah ini, yaitu Sucor Sekuritas, Phillip Sekuritas, MNC Sekuritas, KISI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, NH Korindo Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas. Selain itu, hadir pula satu perusahaan asset management yakni Sinarmas Asset Management.
BEI juga membangun ekosistem investasi melalui Galeri Investasi yang kini berjumlah 37 titik, terdiri dari 15 galeri di perguruan tinggi, 20 galeri edukasi di SMA/SMK/Madrasah Aliyah Negeri, satu galeri di pesantren, dan satu galeri di tingkat desa. Di wilayah Bima, Galeri Investasi telah hadir di STIE Bima, dan tengah dalam proses pendirian di Universitas Muhammadiyah Bima serta SMAN 1 Kota Bima. Galeri-galeri ini berfungsi sebagai jembatan antara dunia akademis dan praktik investasi nyata.
Perusahaan Lokal Didorong Masuk Bursa Lewat Go Public
Di sisi lain, BEI NTB tidak hanya menyasar investor ritel. Kantor perwakilan ini juga aktif mendorong perusahaan-perusahaan lokal di NTB agar memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan melalui jalur go public, sehingga ekosistem pasar modal di provinsi ini dapat berkembang dari dua sisi sekaligus, baik dari sisi investor maupun emiten.
(*)
