![]() |
| Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy saat menghadiri pertemuan informal bersama sejumlah politisi Partai Golkar dan anggota DPRD NTB yang fotonya belakangan beredar di media sosial. |
Bima, KabarNTB - Sebuah foto yang memperlihatkan Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy duduk semeja bersama sejumlah politisi Partai Golkar dan anggota DPRD Nusa Tenggara Barat beredar di media sosial dan langsung memancing beragam spekulasi publik. Pertemuan informal itu serta-merta dihubungkan dengan dinamika politik internal Kabupaten Bima, termasuk pertanyaan soal keretakan hubungan antara Wakil Bupati dan Bupati Bima Ady Mahyudi.
Foto Viral, Warganet Ramai Berspekulasi
Foto tersebut menyebar cepat dan memantik berbagai tafsir di kalangan warganet. Sebagian mulai membaca pertemuan itu sebagai sinyal pergeseran peta politik Kabupaten Bima menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) periode mendatang. Muncul pula asumsi mengenai kemungkinan persaingan politik antara dr. Irfan Zubaidy dan sosok bernama Yandi dalam bursa calon Bupati Bima berikutnya.
Namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang memastikan bahwa pertemuan tersebut membahas agenda pencalonan maupun strategi politik apa pun. Dalam dunia politik, pertemuan lintas partai memang hal yang lumrah. Akan tetapi, konteks yang mengiringi beredarnya foto ini membuat publik sulit melihatnya sekadar sebagai silaturahmi biasa.
Keluar dari Grup WhatsApp Bima Bermartabat
Perhatian publik terhadap aktivitas Wakil Bupati sebenarnya sudah menguat jauh sebelum foto itu viral. Dr. Irfan Zubaidy sebelumnya dikabarkan keluar dari grup WhatsApp Bima Bermartabat, sebuah kanal komunikasi yang selama ini dikaitkan dengan koordinasi internal pemerintahan daerah.
Keputusan itu sendiri sudah cukup menyulut tanda tanya. Bagi banyak kalangan, keluarnya seorang wakil kepala daerah dari ruang komunikasi yang membawa identitas pemerintahan bukan hal sepele, terlebih ketika langkah itu diiringi serangkaian pertemuan informal yang melibatkan politisi dari luar koalisi.
Soliditas Kepemimpinan Daerah Dipertanyakan
Rangkaian peristiwa itu memunculkan pertanyaan lebih jauh di benak publik: apakah koordinasi antara Bupati Ady Mahyudi dan dr. Irfan Zubaidy masih berjalan mulus, atau justru ada persoalan internal yang belum diungkap secara terbuka?
Masyarakat Kabupaten Bima tentu memahami bahwa Bupati dan Wakil Bupati bukan sekadar pasangan yang bertemu dalam satu kontestasi politik. Keduanya memikul tanggung jawab bersama menjalankan pemerintahan daerah dan memastikan program pembangunan berjalan tanpa hambatan. Dinamika personal di antara keduanya, jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi berdampak langsung pada jalannya pelayanan publik.
Publik Butuh Penjelasan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, baik Bupati Ady Mahyudi maupun Wakil Bupati dr. Irfan Zubaidy belum memberikan keterangan resmi untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di masyarakat. Redaksi juga belum berhasil mengonfirmasi langsung kepada keduanya mengenai substansi pertemuan yang fotonya beredar tersebut.
Masyarakat Kabupaten Bima kini menanti penjelasan yang jernih dari kedua pemimpinnya. Sebab yang dibutuhkan bukan sekadar kepastian soal konstelasi politik ke depan, melainkan jaminan bahwa roda pemerintahan tetap berputar dengan kepemimpinan yang kompak dan solid.
(*)

