![]() |
| Kendaraan mengantre panjang di area tunggu Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, menunggu giliran menyeberang menuju Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat. |
Mataram, KabarNTB - Antrean kendaraan yang mengular di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, dalam beberapa pekan terakhir mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi NTB. Waktu tunggu yang bisa mencapai dua hingga tiga jam itu dipicu kombinasi tiga faktor sekaligus: ketatnya verifikasi manifest oleh Syahbandar, gangguan teknis sejumlah kapal, dan cuaca ekstrem berupa angin kencang serta gelombang tinggi yang menghantui Selat Alas.
Tiga Faktor Pemicu Kemacetan Penyeberangan
Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, mengungkapkan bahwa pengetatan proses verifikasi manifest penumpang dan kendaraan oleh Syahbandar pada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) menjadi salah satu penyebab utama. Langkah ini merupakan respons atas peningkatan pengawasan Kementerian Perhubungan terhadap keselamatan pelayaran, terutama setelah serangkaian insiden kecelakaan kapal menjadi sorotan nasional.
Mekanisme penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kini mensyaratkan seluruh proses verifikasi manifest rampung terlebih dahulu sebelum kapal diberangkatkan. Prosedur ini bertujuan memastikan kesesuaian data penumpang dan kendaraan dengan kondisi nyata di lapangan, namun di sisi lain turut memperlambat jadwal keberangkatan dan memperparah penumpukan antrean.
"Verifikasi manifest merupakan bagian penting dari pengawasan keselamatan pelayaran. Proses ini harus dilakukan secara cermat dan sesuai ketentuan. Namun, kita juga perlu mencari solusi agar pelaksanaannya berjalan lebih efektif sehingga tidak menimbulkan waktu tunggu yang terlalu lama bagi masyarakat," ujar Aka, sapaan akrab Ahsanul Khalik.
Di luar soal administrasi, gangguan teknis pada beberapa kapal yang seharusnya beroperasi ikut mempersempit kapasitas layanan. Kapal bermasalah mesti menjalani pemeriksaan dan perbaikan, sementara proses mencari pengganti armada tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Kondisi cuaca selama sekitar tiga pekan terakhir juga memperburuk situasi, karena angin kencang dan gelombang tinggi memaksa operator mengedepankan aspek keselamatan di atas kecepatan layanan.
Rapat Koordinasi Dijadwalkan Senin Depan
Sebagai langkah konkret, Dinas Perhubungan NTB berencana menggelar pertemuan pada Senin mendatang yang akan mempertemukan Syahbandar KUPP, PT ASDP Indonesia Ferry selaku operator penyeberangan, serta GAPASDAP. Agenda utamanya mencakup evaluasi operasional, kesiapan armada, proses pelayanan, dan langkah antisipasi menghadapi cuaca buruk.
"Yang kita inginkan adalah solusi konkret. Keselamatan pelayaran harus tetap menjadi prioritas, tetapi kelancaran pelayanan dan kenyamanan masyarakat juga tidak boleh diabaikan. Karena itu, seluruh pihak akan kita ajak duduk bersama untuk mengevaluasi kondisi ini dan merumuskan langkah perbaikan," tegasnya.
Pemprov NTB berharap koordinasi tersebut melahirkan perbaikan nyata pada sistem pelayanan, meningkatkan kesiapan armada, sekaligus memperkuat antisipasi terhadap kendala teknis maupun cuaca. Dengan begitu, layanan penyeberangan Kayangan - Poto Tano yang menjadi urat nadi konektivitas Lombok dan Sumbawa diharapkan bisa berjalan lebih lancar, aman, dan memberi kepastian perjalanan bagi masyarakat.
(*)

